Bhataramedia.com – Para peneliti selangkah lebih dekat untuk memahami faktor-faktor risiko yang terkait dengan endometriosis berkat studi baru dari University of Adelaide.

Dr. Jonathan McGuane, dari Universitas Robinson Research Institute, mengatakan bahwa mereka untuk pertama kalinya menemukan hubungan antara kontak dengan cairan mani (sperma) dan pengembangan endometriosis.

“Di dalam studi laboratorium, penelitian kami menemukan bahwa air mani (komponen utama dari sperma) meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan lesi endometriosis,” kata Dr. McGuane, rekan penulis di atas kertas.

Associate Professor Louise Hull mengatakan bahwa masih banyak yang tidak diketahui mengenai apa yang menyebabkan, bagaimana mencegah dan mengobati endometriosis secara efektif. Namun, kami sekarang mengetahui mengenai apa yang memperburuk kondisi tersebut.

“Endometriosis, kondisi ketika jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim wanita tumbuh di luar rahim, mempengaruhi satu dari sepuluh wanita usia reproduksi. Gejala kondisi ini bervariasi, termasuk periode yang menyakitkan, nyeri panggul dan wanita dengan endometriosis kemungkinan memiliki kesulitan untuk hamil,” kata Associate Professor Hull.

“Ini merupakan temuan penting dan meningkatkan kemungkinan bahwa paparan dari endometrium (lapisan di dalam rahim) terhadap cairan mani dapat berkontribusi untuk perkembangan penyakit pada wanita,” katanya.

Associate Professor Hull mengatakan bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengungkap apa artinya hubungan antara endometriosis dan aktivitas seksual.

“Tahap selanjutnya dari penelitian ini akan melihat apa artinya hal ini bagi wanita dengan dan tanpa endometriosis,” kata Associate Professor Hull, seperti dilansir University of Adelaide (01/02/2015).

“Kita sekarang perlu menerapkan temuan laboratorium ini untuk kehidupan nyata dan menentukan apakah paparan cairan mani yang terjadi secara alami selama berhubungan seksual dapat menempatkan wanita pada peningkatan risiko endometriosis. Serta, apakah modifikasi aktivitas seksual dapat menurunkan keparahan penyakit pada wanita dengan endometriosis,” katanya.

Referensi :

Jonathan T. McGuane, Katherine M. Watson, Jamie Zhang, M. Zahied Johan, Zhao Wang, Gabriel Kuo, David J. Sharkey, Sarah A. Robertson, M. Louise Hull. Seminal Plasma Promotes Lesion Development in a Xenograft Model of Endometriosis. The American Journal of Pathology, 2015; 185 (5): 1409 DOI: 10.1016/j.ajpath.2015.01.010.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here