Bhataramedia.com –¬†Penyebaran dan adaptasi merupakan dua strategi evolusioner mendasar yang tersedia bagi spesies terhadap lingkungan. Generalis, seperti dandelion, mengirim keturunannya secara jauh dan luas. Spesialis, seperti bunga alpine, beradaptasi dengan kondisi tempat tertentu.

Para Ekologi telah secara khusus memodelkan dua strategi tersebut dan tekanan selektif yang memicu mereka, dengan menekan salah satu strategi dan melihat bagaimana strategi lainnya berevolusi lainnya. Penelitian baru yang dipublikasikan di jurnal Evolution tersebut menggambarkan interaksi dramatis selama evolusi strategi penyebaran dan adaptasi.

“Model ini membantu kita mendapatkan intuisi untuk situasi dimana beberapa sifat, berinteraksi dan berkembang secara bersamaan,” kata Santa Fe Institute Omidyar Fellow, Andrew Berdahl, yang ikut menulis penelitian bersama dengan kolaboratornya dari Princeton University, Simon Levin, Colin Torney dan Emmanuel Shertzer.

Model mereka menunjukkan bahwa bahkan perubahan kecil di dalam lingkungan dapat membuat umpan balik dan memicu pergeseran dramatis di dalam strategi evolusi.

Para peneliti menunjukkan bahwa pada lanskap homogen, seperti padang rumput atau padang pasir, penyebaran biasanya merupakan strategi yang disukai karena keturunan cenderung menghadapi habitat yang sama kemanapun mereka pergi. Sebaliknya, pada lingkungan heterogen, seperti gunung, lebih cenderung melakukan spesialisasi karena spesies yang menyebar memiliki probabilitas yang lebih rendah untuk menetap pada habitat yang sudah cocok.

Dilansir Santa Fe Institute (01/05/2105), spesies generalis yang sangat menyebar, akan terus menyebar, bahkan ketika heterogenitas lingkungan meningkat, tetapi hanya sampai pada suatu titik. Pada batas tertentu, pola di dalam populasi akan bergeser menjadi jarang menyebar (garis keturunan spesialis), yang masing-masing disesuaikan dengan habitat tertentu. Pergeseran ini dapat sangat terputus-putus.

Setelah populasi generalis mulai mengkhususkan diri (spesialisasi), penurunan yang dihasilkan di dalam penyebaran menginduksi tekanan lebih lanjut untuk spesialisasi. Umpan balik positif antara pengurangan penyebaran dan adaptasi lokal memicu pergeseran dramatis di dalam strategi yang telah berkembang dan menciptakan keadaan yang tidak dapat dibalikkan.

Kesimpulan mereka memiliki implikasi penting. “Lingkungan menjadi lebih homogen melalui [manusia] perkembangan,” kata Berdahl. “Pada saat yang sama, kita juga memecah-belah habitat dengan jalan dan bendungan yang menghambat penyebaran. Model ini menggambarkan bahwa ada potensi untuk mengganti keadaan dan tidak dapat dibalikkan kembali,” lanjut dia.

“Dengan kata lain, hanya dengan memulihkan kondisi lingkungan ke keadaan sebelumnya kemungkinan tidak memicu pergeseran yang sebanding di dalam strategi evolusi spesies,” katanya.

Referensi :

Andrew Berdahl, Colin J. Torney, Emmanuel Schertzer, Simon A. Levin. On the evolutionary interplay between dispersal and local adaptation in heterogeneous environments. Evolution, 2015; DOI: 10.1111/evo.12664.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here