Bhataramedia.com – Penelitian terbaru telah menetapkan bahwa kelompok mikroorganisme tunggal mungkin bertanggung jawab terhadap melimpahnya produksi vitamin B 12 di lautan, dimana hal ini juga memberikan implikasi terhadap siklus karbon dan perubahan iklim global.

Meskipun vitamin B 12 adalah molekul penting yang diperlukan oleh sebagian besar kehidupan di planet ini, namun vitamin ini hanya diproduksi oleh kelompok kecil mikroorganisme karena strukturnya yang begitu besar dan kompleks. Bagi manusia, vitamin B12 memainkan peran kunci dalam mengatur kinerja otak dan sistem saraf, serta sintesis DNA pada sel-sel di seluruh tubuh.

Profesor Andew Doxey dan Josh Neufeld, dari Fakultas Science di University of Waterloo, memimpin sebuah studi yang menemukan bahwa Thaumarchaeota cenderung dominan sebagai produsen vitamin B 12. Sebelumnya, kelompok dari domain Archea ini belum pernah dikaitkan dengan sintesis vitamin B 12.

“Kami berasumsi bahwa sebagian besar sumber global utama dari sesuatu yang fundamental yaitu vitamin B 12 akan sudah ditandai, sehingga temuan ini mengubah cara kita berpikir tentang produksi global dari vitamin yang penting ini, “kata Profesor Doxey, seperti dilansir University of Waterloo (20/9/2014).

Para peneliti menggunakan metode komputasi untuk mencari gen yang membuat vitamin B 12 melalui database sejumlah besar sequencing DNA dan mengidentifikasi produsen yang berpotensi sebagai produsen vitamin B12 di lingkungan laut dan air tawar.

“Karena Thaumarchaeota adalah salah satu organisme yang paling berlimpah di planet ini, terutama di lingkungan laut, kontribusi mereka terhadap produksi vitamin B 12 memiliki implikasi besar untuk ekologi dan metabolisme di lautan, “kata Profesor Neufeld.

Ketersediaan vitamin B 12 dapat mengontrol seberapa banyak atau seberapa sedikit produktivitas biologi oleh fitoplankton yang terjadi di lautan. Fitoplankton menghilangkan karbondioksida dari atmosfer melalui fotosintesis, seperti tanaman dan pohon, sehingga mengurangi konsentrasi gas rumah kaca ini di atmosfer, dimana kita ketahui bahwa gas rumah kaca merupakan penyumbang terbesar pemanasan global.

Penelitian ini juga menemukan bahwa proporsi gen pensintesis B 12 pada archaea meningkat seiring dengan kedalaman laut dan lebih sering muncul pada archaea yang hidup di perairan dingin dan kutub. Hal ini menunjukkan bahwa vitamin B12 archaea mungkin berperan penting bagi kelangsungan hidup spesies lainnya baik di lingkungan laut dalam dalam dan dingin.

Temuan ini dipublikasikan secara online pada International Society for Microbial Ecology (ISME) Journal . Penelitian ini didanai oleh Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here