Bhataramedia.com – Jika Anda ingin tahu rahasia makan sehat, coba anda gunakan mangkuk buah di meja makan atau dapur. Mangkuk buah membuat buah lebih mudah diambil, menarik dan normal untuk makan, dibandingkan jika buah berada di dalam kulkas.

Studi baru dari Cornell telah menganalisis 112 studi yang mengumpulkan informasi mengenai perilaku makan sehat dan menemukan bahwa sebagian besar pemakan sehat melakukannya karena restoran, toko kelontong, kantin sekolah, atau pasangan mereka membuat makanan seperti buah-buahan dan sayuran dapat terlihat dan mudah dijangkau (nyaman), tampilan yang menggoda (menarik) dan muncul seperti pilihan yang jelas (normal).

“Diet sehat dapat semudah membuat pilihan sehat yang paling nyaman, menarik, dan normal,” kata Brian Wansink, Ph.D. penulis Slim by Design dan Direktur Cornell Food and Brand Lab.

Penelitian yang diterbitkan di Psychology and Marketing tersebut, menunjukkan bahwa ketika buah dimasukkan ke dalam mangkuk yang bagus di sebelah kunci mobil Anda, atau ketika kafetaria menempatkannya di sebelah kasir, buah akan menjadi lebih nyaman, menarik dan yang normal untuk diambil. Ketika suatu restoran memberikan salad pembuka dengan nama yang menarik, ditonjolkan pada menu dan menjadikannya menu spesial, maka orang-orang akan lebih memesan menu tersebut daripada memesan onion ring goreng yang diletakkan di bagian belakang menu.

“Dengan tiga prinsip-prinsip tersebut, ada perubahan tanpa akhir yang dapat dibuat untuk mendorong seseorang, termasuk diri kita sendiri, untuk makan sehat,” kata Wansink, seperti dilansir Cornell Food & Brand Lab (29/04/2015).

Misalnya, jika sekolah ingin anak-anak untuk minum lebih banyak susu putih daripada susu coklat, mereka dapat membuat susu putih lebih nyaman (meletakkannya di depan lemari pendingin), lebih menarik (menjualnya di dalam botol yang bagus), atau lebih normal (memberikan setengah ruang dari pendingin, bukannya sudut kecil dari pendingin). Di dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dr. Wansink setiap perubahan ini meningkatkan konsumsi susu putih sebesar 30-60% di sekolah-sekolah.

Referensi :

Brian Wansink. Change Their Choice! Changing Behavior Using the CANApproach and Activism Research. Psychology & Marketing, 2015; 32 (5): 486 DOI: 10.1002/mar.20794.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here