Bhataramedia.com – Anak TK dan kelas pertama yang menonton televisi sedikitnya satu jam sehari lebih mungkin untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan dengan anak-anak yang menonton TV kurang dari 60 menit setiap hari. Hal ini berdasarkanpenelitian yang akan dipresentasikan Minggu tanggal 26 April pada pertemuan tahunan Pediatric Academic Societies (PAS) di San Diego.

Upaya untuk memerangi epidemi obesitas telah berfokus pada membuat anak-anak untuk lebih aktif. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang banyak menonton TV beresiko untuk kelebihan berat badan. Namun, penelitian belum melihat secara khusus pada hubungan antara menonton TV dan obesitas di kalangan anak TK.

Di dalam studi ini, para peneliti menganalisis data dari Early Childhood Longitudinal Survey yang melibatkan 11.113 anak-anak yang berada di taman kanak-kanak selama tahun ajaran 2011-2012. Sebagai bagian dari studi oleh National Center for Education Statistics, faktor gaya hidup yang dapat mempengaruhi kinerja pendidikan anak dikumpulkan dari orang tua, termasuk jumlah jam anak-anak menonton televisi pada hari kerja dan akhir pekan, dan seberapa sering mereka menggunakan komputer. Selain itu, berat badan dan tinggi badan anak juga diukur.

Setahun kemudian, tinggi dan berat badan dari 10.853 anak-anak diukur, kemudian orang tua kembali ditanya mengenai kebiasaan anak mereka menonton televisi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak TK di Amerika, menonton televise rata-rata 3,3 jam sehari. Baik anak TK dan kelas pertama yang menyaksikan satu sampai dua jam atau lebih dari dua jam sehari memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi daripada mereka yang menonton kurang dari 30 menit atau 30-60 menit sehari, bahkan setelah disesuaikan dengan status sosial ekonomi, ras / etnis dan penggunaan komputer.

Pada anak-anak TK dan kelas pertama, anak-anak yang melihat televisi sedikitnya satu jam setiap hari, 50-60 persen lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan dan 58 persen hingga 73 persen lebih cenderung menjadi gemuk dibandingkan dengan mereka yang menonton kurang dari satu jam. Penggunaan komputer, bagaimanapun, tidak terkait dengan berat badan yang lebih tinggi.

Selanjutnya, anak-anak yang menonton TV satu jam atau lebih setiap harinya, 39 persen lebih mungkin untuk mengalami kelebihan berat badan dan 86 persen lebih mungkin untuk menjadi gemuk pada waktu antara TK dan kelas pertama.

“Mengingat bukti kuat yang menghubungkan antara jumlah waktu melihat TV dan berat badan yang tidak sehat, dokter anak dan orang tua harus berusaha untuk membatasi waktu menonton TV,” kata penulis studi, Mark D. DeBoer, M.D., MSc, MCR, profesor pediatri, Divisi Pediatric Endocrinology , University of Virginia.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan membatasi anak-anak dan remaja untuk menonton televise kurang dari dua jam setiap harinya. Bagaimanapun, Dr. DeBoer mengatakan bahwa bahkan  waktu tersebut kemungkinan masih terlalu banyak.

“Mengingat data yang disajikan di dalam penelitian ini, AAP kemungkinan ingin menurunkan waktu menonton TV yang direkomendasikan,” katanya, seperti dilansir American Academy of Pediatrics (26/04/2015).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here