Bhataramedia.com – Terumbu karang yang merupakan gudang keanekaragaman hayati, secara serius terancam oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim. Akibatnya, kepunahan terumbu karang sering digembar-gemborkan. Saat ini, para peneliti telah memberikan gambaran yang tidak begitu suram, terumbu karang di planet ini tidak ditakdirkan untuk menghilang. Namun, terumbu karang tersebut akan sangat berbeda dari yang kita ketahui saat ini. Sebuah fauna karang baru akan muncul, yang berasal dari spesies yang paling tahan terhadap peningkatan suhu.

Beberapa terumbu karang pulih

Apakah terumbu karang ditakdirkan menghilang? Selama dekade pertama abad ke-21, intensifikasi siklon, fenomena pemutihan karang akibat pemanasan laut, wabah bintang laut dan penyakit karang karang memberikan ancaman yang serius bagi terumbu karang. Namun saat ini, para ilmuwan merevisi perkiraan pesimis mereka dari dekade sebelumnya. Bahkan, karya-karya penelitian terbaru menunjukkan bahwa, sementara banyak spesies karang memang telah menurun selama lebih dari 30 tahun, spesies karang lainnya mampu bertahan atau bahkan meningkat di dalam kelimpahan. Akibatnya, beberapa terumbu karang baru-baru ini berhasil pulih.

Genera karang yang meluas

Selama studi internasional yang luas selama lebih dari lima belas tahun, para peneliti IRD dan mitra mereka mengamati perkembangan ekologi tujuh terumbu karang di seluruh dunia: dua di Karibia, di Belize dan Kepulauan Virgin Amerika, serta lima di seluruh Samudra Indo-Pasifik Kenya, Taiwan, Hawaii, Moorea dan Great Barrier Reef di Australia. Akibatnya, para ilmuwan telah menunjukkan peningkatan genera tertentu, seperti terumbu karang Porites, karang pembangun terumbu yang dapat menahan naiknya suhu

Mereka juga telah menempatkan perubahan tersebut di dalam perspektif yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu yang tercatat di fosil terumbu karang, yang menunjukkan bahwa kelimpahan dan struktur populasi karang sudah sangat bervariasi selama ribuan tahun yang lalu.

Menuju lanskap bawah laut baru

Dilansir Institut de Recherche pour le Développement (27/04/2015), data baru ini telah memungkinkan mereka untuk memperbaiki model matematika dan merevisi perkiraan mereka untuk dekade mendatang. Seiring suhu laut terus meningkat, bagian dari spesies yang bertahan akan berkembang. Spesies-speies ini adalah spesies yang memiliki toleransi panas terbesar, memiliki tingkat pertumbuhan terbaik atau umur terpanjang. Spesies ini akan semakin mengisi terumbu karang di planet bumi, sampai spesies-spesies tersebut mendominasi sepenuhnya.

Akibatnya, pemandangan bawah laut masa depan akan sangat berbeda dengan yang telah dikenal selama ribuan tahun. Namun, masih banyak yang harus ditemukan mengenai fauna karang baru dan fitur-fiturnya. Namun, masih ada satu pertanyaan khusus yang tetap ada : akankah ekosistem baru ini terus memenuhi kebutuhan populasi yang bergantung pada mereka?

Referensi :

Peter J. Edmunds, Mehdi Adjeroud, Marissa L. Baskett, Iliana B. Baums, Ann F. Budd, Robert C. Carpenter, Nicholas S. Fabina, Tung-Yung Fan, Erik C. Franklin, Kevin Gross, Xueying Han, Lianne Jacobson, James S. Klaus, Tim R. McClanahan, Jennifer K. O’Leary, Madeleine J. H. van Oppen, Xavier Pochon, Hollie M. Putnam, Tyler B. Smith, Michael Stat, Hugh Sweatman, Robert van Woesik, Ruth D. Gates. Persistence and Change in Community Composition of Reef Corals through Present, Past, and Future Climates. PLoS ONE, 2014; 9 (10): e107525 DOI: 10.1371/journal.pone.0107525.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here