Bhataramedia.com – Model-model iklim belum dapat memasukkan model secara keseluruhan dari lembaran es di Greenland dan Antartika, serta  mensimulasikan secara dinamis bagaimana perubahan lapisan es mempengaruhi permukaan laut. Skema awal gagal untuk secara akurat memperhitungkan, baik peningkatan massa karena hujan salju dan kehilangan massa karena salju mencair. Peningkatan dan pengurangan tergantung pada elevasi dan daerah lapisan es. Sebuah metode baru yang mencakup dampak elevasi dan daerah telah dikembangkan menggunakan model regional yang detail dari lapisan es Greenland.

Dengan menggunakan skema baru pada model yang berbeda dengan kondisi pemanasan iklim yang berbeda meningkatkan kemampuan model untuk menilai kenaikan permukaan laut. Pemodelan ini dikembangkan bersama-sama oleh beberapa kelompok peneliti lapisan es, termasuk dua yang didanai oleh Departemen Energi AS. Hasil penelitian ini memberikan wawasan untuk memandu pembangunan berkelanjutan dari pemodelan lapisan es yang sepenuhnya dinamis.

Dilansir Department of Energy, Office of Science (14/04/2015), tim peneliti menggunakan skema baru di dalam lima model lapisan es dan memaksanya dengan kondisi pemanasan iklim yang diambil dari dua model iklim yang berbeda. Termasuk efek elevasi di dalam model, meningkatkan perkiraan kenaikan permukaan air laut dengan jumlah yang kecil tetapi signifikan (5% peningkatan pencairan pada tahun 2100 dan 10% pada 2200 untuk skenario pemanasan iklim). Pada tahun 2100, pilihan untuk menentukan Model iklim didominasi oleh ketidakpastian, tetapi pada 2200, ketidakpastian di dalam model lapisan es dan skema elevasi jauh lebih besar.

Penelitian dari Edwards et al. 2014a didanai oleh ice2sea programme dari European Union (EU) 7th Framework Programme (grant number 226375; ice2sea contribution number 120). Dukungan tambahan disediakan oleh program Advanced Scientific Computing Research and Biological and Environmental Research di U.S. Department of Energy’s Office of Science, bersama dengan Center for Remote Sensing of Ice Sheets di University of Kansas melalui hibah ANT-0424589 National Science Foundation.

Penelitian dari Edwards et al. 2014b didukung oleh dana ice2sea programme dari the EU 7th Framework Programme (grant number 226375; ice2sea contribution number 151). Simulasi Es / Elmer dilakukan dengan menggunakan sumber daya komputasi kinerja tinggi dari GENCI-CINES (grant 2011016066) dan Service Commun de Calcul Intensif de l’Observatoire de Grenoble (SCCI).

Referensi :

  1. T. L. Edwards, X. Fettweis, O. Gagliardini, F. Gillet-Chaulet, H. Goelzer, J. M. Gregory, M. Hoffman, P. Huybrechts, A. J. Payne, M. Perego, S. Price, A. Quiquet, C. Ritz. Probabilistic parameterisation of the surface mass balance–elevation feedback in regional climate model simulations of the Greenland ice sheet. The Cryosphere, 2014; 8 (1): 181 DOI: 10.5194/tc-8-181-2014.
  2. T. L. Edwards, X. Fettweis, O. Gagliardini, F. Gillet-Chaulet, H. Goelzer, J. M. Gregory, M. Hoffman, P. Huybrechts, A. J. Payne, M. Perego, S. Price, A. Quiquet, C. Ritz. Effect of uncertainty in surface mass balance–elevation feedback on projections of the future sea level contribution of the Greenland ice sheet. The Cryosphere, 2014; 8 (1): 195 DOI: 10.5194/tc-8-195-2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here