Bhataramedia.com – Dengan menggunakan alat pelacak virus, para peneliti menemukan bahwa kontaminasi virus hanya pada satu gagang pintu atau meja dapat mempengaruhi penyebaran virus di seluruh gedung perkantoran, hotel, dan fasilitas perawatan kesehatan. Menurut penelitian tersebut, di dalam waktu 2 sampai 4 jam, virus dapat dideteksi pada 40 sampai 60 persen pekerja dan pengunjung di fasilitas dan benda-benda yang biasa tersentuh. Penelitian tersebut dipresentasikan pada Interscience Conference on Antimicrobial Agents and Chemotherapy (ICAAC) ke-54, pertemuan mengenai penyakit menular dari American Society for Microbiology.

“Namun, ada solusi sederhana untuk mengatasi hal tersebut,” kata Charles Gerba dari University of Arizona, Tucson, yang mempresentasikan penelitian tersebut.

“Menggunakan tisu desinfektan yang mengandung senyawa amonium kuaterner (Quats) dapat efektif membasmi virus seperti norovirus dan flu, serta dengan menjaga kebersihan tangan dapat mengurangi penyebaran virus hingga 80-99 persen,” katanya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), norovirus adalah penyebab paling umum dari gastroenteritis akut di Amerika Serikat. Setiap tahun, norovirus menyebabkan sekitar 19-21 juta penyakit dan memberikan kontribusi untuk 56.000-71.000 pasien rawat inap dan 570-800 kematian. Menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi dengan norovirus dan kemudian menempatkan jari-jari anda di mulut adalah sumber umum infeksi.

Di dalam studi tersebut, Gerba dan rekan-rekannya menggunakan bakteriofag MS-2 sebagai pengganti untuk norovirus manusia, karena mirip di dalam bentuk, ukuran dan ketahanan terhadap desinfektan. Bakteriofag tersebut ditempatkan pada 1 sampai 2 permukaan yang sering disentuh (kenop pintu atau meja) pada awal hari di gedung perkantoran, ruang konferensi dan fasilitas kesehatan. Setelah berbagai periode waktu (2 sampai 8 jam) mereka mengambil sampel dari sampel 60 sampai 100 fomites. Fomites adalah tempat atau permukaan yang mampu membawa organisme menular (lampu, rel tempat tidur, meja, tombol, pegangan tempat kopi, wastafel, gagang atau kenop pintu, telepon dan peralatan komputer).

“Di dalam waktu 2 sampai 4 jam antara 40 sampai 60% dari¬† sampel terkontaminasi dengan virus,” kata Gerba.

Pada tahap intervensi karyawan disediakan dengan tisu yang mengandung disinfektan Quat dan diinstruksikan untuk penggunaan yang tepat (menggunakan setidaknya sekali sehari). Jumlah virus yang terdeteksi pada fomites  berkurang 80% atau lebih besar dan konsentrasi virus berkurang hingga 99%.

Ada 90 formulasi berbasis Quat berbeda yang terdaftar di EPA dan tersedia pada 1.500 merek yang diformulasikan untuk membunuh norovirus pada permukaan padat. Disinfektan tersebut tersedia di dalam bentuk tisu atau cairan konsentrat yang siap digunakan oleh tim pemeliharaan profesional.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontaminasi virus pada fomites dapat menyebar dengan cepat pada suatu fasilitas atau tempat dan intervensi sederhana dapat sangat membantu untuk mengurangi paparan virus,” kata Gerba, seperti dilansir Eurekalert (8/9/2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here