Bhataramedia.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud implementasi nyata dari tri darma perguruan tinggi terutama sekali poin pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan KKN ini, mahasiswa akan terjun langsung ke lingkungan  masyarakat membuat program atau rencana kegiatan yang bermanfaat bagi daerah tempat para mahasiswa melakukan kegiatan KKN tersebut. Setiap perguruan tinggi tentunya mempunyai kebijakan dan peraturan tersendiri mengenai kegiatan KKM ini. Misalnya saja waktu pelaksanaan kegiatan KKN ini tergantung kepada masing-masing perguruan tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada yang pada Rabu (01/04) menyelenggarakan acara pengarahan dan pelepasan mahasiswa-mahasiswinya yang mengikuti KKN-PPM yang berlangsung di Balairung. Adapun jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN ini yakni sekitar 286 orang mahasiswa. Pada kesempatan acara pengarahan dan pelepasan tersebut, Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Sc., selaku Kepala Sub Direktorat KKN UGM menjelaskan mengenai jumlah mahasiswa yang akan melakukan kegiatan KKN. “Dari jumlah itu, 108 orang adalah mahasiswa dan 178 lainnya mahasiswi,” tutur Djaka, seperti dikutip dari website resmi UGM (01/04/2015).

Lebih lanjut lagi, Djaka menjabarkan secara detail mahasiswa yang akan melakukan kegiatan KKN ini. Yakni sebagai berikut, Fakultas Biologi 1 orang mahasiswa, FEB 12 orang mahasiswa, Farmasi 9 orang mahasiswa, Filsafat 1 orang mahasiswa, Geografi 10 orang mahasiswa, Hukum 1 orang mahasiswa, Ilmu Budaya 22 orang mahasiswa, Isipol 26 orang mahasiswa, Kedokteran 129 orang mahasiswa, Kedokteran Hewan 10 orang mahasiswa, Kehutanan 20 orang mahasiswa, MIPA 2 orang mahasiswa, Pertanian 9 orang mahasiswa, Peternakan 1 orang mahasiswa, Psikologi 8 orang mahasiswa, Sekolah Vokasi 1 orang mahasiswa dan 24 orang mahasiswa dari Fakultas Teknik.

Namun, di antara 286 orang mahasiswa tersebut terdapat mahasiswa asing yang turut serta dalam kegiatan KKN ini. “Para mahasiswa tersebut ada yang berasal dari Perancis dan Australia,” kata Djaka. Mahasiswa peserta KKN tersebut akan disebar dibeberapa daerah, yakni Bantul, Kulon Progo, Sleman, Banjarnegara, dan Sulawesi Tenggara. Selain itu, terdapat 11 orang dosen pembimbing dan 1 koordinator daerah untuk memantau kegiatan mahasiswa di lokasi KKN ini.

Melalui kegiatan KKN ini, Prof. Dr. Suratman, M.Sc sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, mengharapkan agar peserta KKN bisa menjaga nama baik UGM, menyosialisasikan mengenai bahaya narkoba dan memberikan kontribusi yang baik dalam mengembangkan perekonomian di lingkungan tempat mereka melakukan kegiatan KKN. “Mereka perlu diajak bicara dan diberdayakan misalnya melalui lembaga ekonomi desa atau UMKM,” tutur Suratman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here