Bhataramedia.com – Studi terbaru menunjukkan bahwa ekstrak chokeberry (Aronia melanocarpa) dapat meningkatkan efektivitas obat yang digunakan untuk mengobati kanker pankreas.

Para peneliti dari King’s College Hospital dan University of Southampton mengatakan bahwa berry liar, yang merupakan tumbuhan asli Amerika Utara, dapat membantu pengobatan kanker pankreas.

Tingkat harapan hidup untuk penderita kanker pankreas adalah rendah, yaitu sekitar empat sampai enam bulan. Kanker ini sulit dideteksi sedini mungkin dan penderitanya memiliki gejala yang sangat samar-samar sampai tahap akhir.

Tim mengatakan bahwa ekstrak chokeberry kemungkinan melawan sel kanker dengan cara apoptosis atau pemrograman kematian sel.

Chokeberry kaya vitamin, mineral, antioksidan dan beberapa polifenol lainnya, yang berfungsi melawan sel-sel kanker. Berry ini ditemukan di rawa-rawa bagian timur Amerika Utara.

“Studi ini menghasilkan temuan yang sangat menarik. Dosis rendah dari ekstraknya sangat mendorong efektivitas gemsitabin (obat kanker pankreas), yaitu ketika keduanya digabungkan. Selain itu, kami menemukan bahwa rendahnya dosis obat konvensional yang diperlukan pada pengobatan ini, menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut bekerja sama secara sinergis, atau bahwa ekstrak tersebut memberikan sebuah efek “supra-aditif”. Temuan ini bisa mengubah cara kita berurusan dengan sulitnya untuk mengobati kanker di masa depan, “Bashir Lwaleed, di University of Southampton, seperti dimuat rilis berita medicalexpress.com (17/9/2014).

Pada studi tersebut, para peneliti menilai efektivitas ekstrak berry dalam membunuh sel baris yang diketahui sebagai pancereatic cells called (AsPC-1).

Tim memperlakukan sel-sel dengan obat kemoterapi gemsitabin ditambah ekstrak chokeberry. Dua baris sel lain diperlakukan dengan gemcitabine atau ekstrak chokeberry secara terpisah. Para peneliti kemudian membandingkan hasil dari tiga perlakuan tersebut.

Para ilmuwan menemukan bahwa obat kemoterapi ditambah ekstrak chokeberry mampu membunuh sel-sel kanker. Namun, senyawa dalam chokeberry tampaknya tidak mempengaruhi pembuluh darah yang memberi pasokan makanan pada sel-sel kanker, dan hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa mekanisme lain yang digunakan senyawa di dalam ekstrak untuk membunuh sel kanker.

Studi ini menunjukkan bahwa mikronutrien pada tanaman dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas kemoterapi. Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa chokeberry dapat memperkuat efektivitas pengobatan kanker otak. Tanaman obat lainnya, seperti kunyit, kayu manis, mulberry juga bisa mencegah pertumbuhan kanker.

“Hasil yang menjanjikan terlihat menggembirakan dan menunjukkan bahwa polifenol ini memiliki potensi terapeutik yang besar, tidak hanya untuk tumor otak tetapi juga untuk kanker pankreas,” kata Harcharan Rooprai, mewakili King’s College Hospital.

Studi ini diterbitkan dalam Journal of Clinical Patology.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here