Bhataramedia.com –┬áBioplastik yang terbuat dari sumber protein seperti albumin dan whey (cairan semi-transparan yang tertinggal selama proses pengendapan dalam pembuatan keju) telah menunjukkan sifat antibakteri yang signifikan. Temuan ini pada akhirnya dapat diaplikasikan pada plastik yang digunakan di dalam aplikasi medis seperti penyembuhan luka, jahitan, tabung kateter dan pengiriman obat. Hal ini berdasarkan studi terbaru oleh Universitas Georgia College of Family and Consumer Sciences.

Bahan-bahan bioplastik tersebut juga dapat digunakan untuk kemasan makanan.

Para peneliti menguji tiga bahan bioplastik non-konvensional (albumin, whey dan protein kedelai) sebagai alternatif plastik berbasis minyak bumi konvensional yang menimbulkan risiko kontaminasi.

Secara khusus, albumin, protein yang ditemukan di dalam putih telur, menunjukkan sifat antibakteri yang luar biasa bila dicampur dengan plasticizer tradisional seperti gliserol.

“Telah ditemukan bahwa albumin memiliki sifat penghambat yang lengkap, tidak ada bakteri akan tumbuh pada plastik ketika albumin ditambahkan,” kata Alex Jones, seorang mahasiswa doktoral di departemen textiles, merchandising and interiors. “Bakteri tidak akan mampu hidup di atasnya.”

Studi ini muncul di dalam versi online Journal of Applied Polymer Science

Salah satu tujuan para peneliti adalah untuk menemukan cara mengurangi jumlah minyak yang digunakan di dalam produksi plastik tradisional. Selain itu juga untuk menemukan bioplastik yang sepenuhnya bersifat biodegradable.

“Bioplastik dari campuran albumin-gliserol memenuhi kedua standar tersebut,” kata Jones, seperti dilansir University of Georgia (27/03/2015).

“Jika Anda meletakkannya di tempat pembuangan sampah, maka plastik ini akan rusak,” katanya. “Jika Anda memasukkannya ke dalam tanah selama sebulan, paling lama dua bulan, plastik ini akan hilang.”

Langkah selanjutnya melibatkan analisis mendalam dari potensi bioplastik berbasis albumin untuk digunakan di dalam bidang biomedis dan kemasan makanan.

Sebagaimana dicatat di dalam penelitian ini, 4.5 rawat inap dari setiap 100 di Amerika Serikat pada tahun 2002 mengakibatkan infeksi yang didapat di rumah sakit. Selain risiko kontaminasi di rumah sakit, kontaminasi makanan sebagai akibat dari plastik konvensional adalah faktor penting yang juga perlu diperhatikan.

Para peneliti terdorong oleh sifat antimikroba bioplastik berbasis albumin yang berpotensi mengurangi risiko tersebut melalui elusi obat. Bioplastik dapat ditambah dengan obat-obatan atau bahan pengawet makanan yang dapat membunuh atau mencegah penyebaran bakteri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here