Bhataramedia.com – Suatu studi kontrol kasus berbasis populasi tidak menemukan hubungan antara mengenakan bra dengan peningkatan risiko kanker payudara di kalangan wanita postmenopause (pasca menopause). Studi tersebut  dipublikasikan di Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, jurnal dari American Association for Cancer Research.

“Ada beberapa kekhawatiran bahwa salah satu alasan mengapa kanker payudara kemungkinan lebih umum di negara maju dibandingkan dengan negara-negara berkembang adalah perbedaan pola pemakaian bra,” kata Lu Chen, MPH, seorang peneliti di Divisi Ilmu Kesehatan Masyarakat di Fred Hutchinson Cancer Research Center dan seorang mahasiswa doktoral di Departemen Epidemiologi di University of Washington School of Public Health.

“Mengingat bra secara umum digunakan oleh para wanita, kami pikir ini adalah pertanyaan yang penting untuk dijawab,” tambah Lu Chen.

“Studi kami tidak menemukan bukti bahwa memakai bra meningkatkan risiko seorang wanita untuk menderita kanker payudara. Tidak peduli berapa jam per hari wanita mengenakan bra, apakah mereka mengenakan bra dengan pakaian dalam, atau pada usia berapa mereka pertama kali mulai memakai bra,” kata Chen, seperti dilansir American Association for Cancer Research (5/9/2014).

“Ada beberapa dugaan di media awam bahwa pemakaian bra kemungkinan menjadi faktor risiko untuk kanker payudara. Beberapa hipotesis bahwa drainase produk limbah di dalam dan sekitar payudara mungkin terhambat oleh bra yang dikenakan. Mengingat bukti biologis yang sangat terbatas yang mendukung hubungan antara pemakaian bra dan risiko kanker payudara, hasil penelitian kami tidaklah mengejutkan,” tambah Chen.

Menurut para penulis, studi ini mencirikan berbagai kebiasaan mengenaakan bra yang berkaitan dengan risiko kanker payudara menggunakan desain studi epidemiologi yang ketat. “Temuan ini memberikan jaminan kepada wanita bahwa memakai bra tampaknya tidak meningkatkan risiko untuk jenis histologis yang paling umum dari kanker payudara postmenopause,” kata para penulis.

Peserta penelitian adalah 454 wanita dengan karsinoma duktal invasif / invasive ductal carcinoma (IDC) dan 590 wanita dengan karsinoma lobular invasif / invasive lobular carcinoma (ILC), dua subtipe yang paling umum dari kanker payudara. Mereka berasal dari wilayah metropolitan Seattle-Puget Sound, 469 wanita yang tidak memiliki kanker payudara digunakan sebagai kelompok kontrol. Semua wanita yang terlibat di dalam penelitian sudah mengalami paskamenopause dan berusia 55-74 tahun.

Para peneliti melakukan wawancara langsung dan memperoleh informasi mengenai demografi, riwayat keluarga dan riwayat reproduksi. Mereka juga meminta serangkaian pertanyaan terstruktur untuk menilai pola mengenakan bra selama hidup mereka. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para peneliti termasuk usia di mana peserta penelitian mulai memakai bra, apakah dia mengenakan bra dengan pakaian dalam, ukuran bra, jumlah jam per hari dan jumlah hari per minggu dia mengenakan bra dan jika pola bra yang dipakai pernah berubah pada waktu yang berbeda di dalam hidupnya.

Tidak ada aspek dari pemakaian bra yang dikaitkan dengan peningkatan risiko IDC atau ILC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here