Bhataramedia.com – Era globalisasi yang sedang berlangsung saat ini berdampak terhadap segala aspek kehidupan. Seperti pada aspek kebudayaan yang mulai luntur terkena dampak globalisasi. Misalnya saja dalam hal berpakaian, masyarakat lebih menyukai tren berbusana ala barat dan mulai mengabaikan busana tradisional. Agar busana tradisional ini tidak terlupakan keberadaannya, tentunya diperlukan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya melestarikan kebudayaan tradisional termasuk juga pakaiannya.

Hal tersebutlah yang berusaha dicapai oleh Tim Pembina Kerohanian Hindu (TPKH) ITS. Yakni dengan mengadakan perlombaan pakaian adat khas umat Hindu dengan target peserta anak-anak. “Tujuannya adalah untuk mengedukasi anak-anak sejak dini tentang tata cara berpakaian di tempat ibadah,” tutur I Gede Soma Sanubari, ketua acara TPKH Games seperti yang dilansir oleh website resmi ITS (01/03/2015).

Perlombaan pakaian adat khas umat Hindu ini berlangsung pada Minggu (01/03/2015) di Pura Segara Kenjeran. Anak-anak merupakan sasaran peserta pada perlombaan ini. Yakni anak-anak yang berusia delapan sampai dua belas tahun merupakan salah satu syarat utama untuk dapat mengikuti perlombaan ini. Bagi peserta perempuan diwajibkan memakai atasan kebaya dengan warna yang kuning atau putih. Sedangkan untuk bawahannya, peserta diwajibkan untuk mengenakan kain khas Bali yang disebut dengan kamen. Jangan lupakan berbagai aksesoris kepala khas Bali yang bisa semakin mempercantik peserta dan menambahkan pula nilai atau poin penilaian peserta tersebut.

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, bahwa perlombaan ini tak hanya sekedar hiburan semata atau sebagai wadah untuk mengekspresikan bakat anak-anak dalam dunia peragaan busana saja. Acara ini selain untuk meningkatkan akan pentingnya melestarikan budaya tradisional dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap budaya tradisional tersebut.

Acara ini juga berusaha untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya menaati tata cara berpakaian adat untuk pergi beribadah di pura bagi umat Hindu. Karena saat ini banyak sekali orang yang melanggar tata cara berpakaian ini. Seperti yang dikemukakan oleh I Gede Soma Sanubari berikut ini “Karena sekarang banyak penganut agama Hindu yang pakaian beribadahnya menyimpang dari ajaran,” jelas I Gede Soma Sanubari.

BACA JUGA:  Pemerintah Diharapkan Gunakan Instrumen Tertentu untuk Rekayasa Mudik Tahun Ini

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here