Bhataramedia.com – Para ilmuwan di Fakultas Kedokteran University of Soutahmpton telah menemukan bahwa diet ibu mempengaruhi komposisi nutrisi dari cairan di dalam rahim wanita. Hal ini dengan demikian dapat membantu di dalam pengembangan intervensi gizi untuk mendukung tahap yang sangat awal dari kehamilan.

Dilansir University of Southampton (18/02/2015), penelitian ini dilakukan oleh Dr. Alexandra Kermack, Dr. Ying Cheong, Profesor Nick Macklon dan Dr. Franchesca Houghton dan dipublikasikan secara online di Human Reproduction. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi asam amino di dalam cairan rahim wanita yang tidak hamil dipengaruhi oleh diet. Diet yang kurang sehat dikaitkan dengan perubahan konsentrasi asam amino, dibandingkan dengan diet sehat.

Dr. Franchesca Houghton berkomentar: “Penelitian ini adalah laporan pertama yang menunjukkan diet dapat mengubah komposisi nutrisi cairan rahim manusia yang memelihara embrio awal. Oleh karena kita telah mengetahui bahwa lingkungan dimana embrio awal berkembang penting bagi kesehatan di masa depan, mengetahui bahwa hal tersebut dapat diubah oleh diet sangatlah penting.” Dia merupakan seorang Associate Professor di University of Southampton dan penulis senior di dalam penelitian ini

“Di dalam studi ini, kami berkonsentrasi pada asam amino karena memiliki banyak peran penting, misalnya sebagai blok bangunan protein, sebagai sumber energi dan antioksidan. Pada tahap ini, temuan kami tidak mencoba untuk memberikan saran diet bagi wanita, tetapi saat ini penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak dari diet di sekitar waktu pembuahan, pada lingkungan rahim dan perkembangan embrio,” tutur Dr. Franchesca.

Penelitian ini didanai oleh MRC, National Institute for Health Research dan University of Southampton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here