Bhataramedia.com – Para peneliti dari Brazil melaporkan bahwa mengurangi kalori dapat meringankan apnea tidur dan menurunkan tekanan darah pada orang dewasa yang mengalami obesitas.

Apnea tidur (sleep apnea) menyebabkan jeda di dalam bernapas saat tidur dan berhubungan dengan tekanan darah tinggi, masalah jantung dan stroke.

Penelitian ini melibatkan 21 orang gemuk berusia 20-55 tahun yang menderita apnea tidur. Selama periode 16 minggu, beberapa orang mengurangi kalori yang dimakan sebesar 800 kalori per hari sementara yang lain tidak membuat perubahan pola makan.

Pada akhir percobaan, para peneliti menemukan bahwa pasien yang mengurangi asupan kalori mereka lebih banyak kehilangan berat badan, memiliki jeda bernapas selama tidur lebih sedikit, memiliki tekanan darah lebih rendah dan menunjukkan tingkat oksigen yang lebih tinggi di dalam darah mereka.

Penemuan ini dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association mengenai tekanan darah tinggi di San Francisco. Data dan kesimpulan dari penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan medis biasanya dilihat sebagai data awal sampai diterbitkan di jurnal peer-reviewed.

“Studi ini menunjukkan bahwa pada pasien obesitas dengan apnea tidur obstruktif, pembatasan energi secara moderat tidak hanya dapat mengurangi lemak tubuh, tetapi juga tingkat keparahan apnea tidur obstruktif,” kata rekan penulis studi, Dr. Marcia Klein, profesor di departemen nutrisi terapan di Rio de Janero State University di Brasil.

“Jadi, pembatasan energi moderat pada pasien penderita apnea tidur memiliki potensi untuk mengurangi risiko kardiovaskular,” tambahnya.

“Menurunkan berat badan kemungkinan besar merupakan kunci dari semua manfaat yang diamati pada kelompok yang membatasi kalori. Penurunan tekanan darah sistolik yang lebih besar dapat dijelaskan sebagian oleh penurunan berat badan yang dikaitkan dengan penurunan keparahan apnea tidur obstruktif dan aktivitas sistem saraf simpatik,” kata Klein, seperti dilansir NewsmaxHealth (11/9/2014).

Tekanan darah sistolik adalah nomor teratas di dalam pembacaan tekanan darah dan mencerminkan kekuatan darah di dalam arteri saat jantung berdetak. Tekanan darah diastolik (angka bawah di dalam pembacaan) mengukur tekanan di dalam arteri di antara detak jantung. Tekanan darah yang optimal berada di bawah 120/80 mm Hg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here