Bhataramedia.com – Para peneliti di Mofitt Cancer Center telah menemukan bahwa pasien kanker payudara dan paru-paru yang memiliki protein yang disebut tristetraprolin (TTP) dengan tingkat yang rendah, memiliki tumor lebih agresif dan prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien yang memiliki tingkat protein TTP yang tinggi. Penelitian mereka diterbitkan di jurnal PLoS One edisi 26 Desember.

Kanker muncul melalui peningkatan aktivitas onkogen (protein yang mendorong pertumbuhan kanker) dan penurunan aktivitas tumor supresor (protein yang menghalangi pertumbuhan dan perkembangan kanker). TTP adalah protein tumor penekan yang baru ditemukan dan para ilmuwan di Moffitt telah menemukan bahwa protein ini dapat mencegah pertumbuhan limfoma pada tikus. Para peneliti ingin menyelidiki lebih lanjut pentingnya TTP pada pasien kanker dan gen lainnya yang terkait dengan kanker. Dengan menggunakan katalog rinci perubahan genetik pada kanker yang dikembangkan oleh National Institutes of Health, yang disebut “Cancer Genome Atlas,” para ilmuwan Moffitt membandingkan pasien yang memiliki tingkat protein TTP rendah dan pasien dengan tingkat TTP yang tinggi.

Dilansir Moffitt Cancer Center (30/01/2015), para peneliti menemukan jaringan 50 gen yang berbeda terkait dengan rendahnya tingkat TTP pada pasien kanker payudara, paru-paru dan usus besar. Jaringan genetik ini juga hadir di dalam jenis kanker lainnya, termasuk prostat, pankreas, dan kandung kemih. Hal ini menunjukkan bahwa TTP terlibat di dalam berbagai mekanisme penting untuk perkembangan dan pertumbuhan tumor, serta menunjukkan bahwa pengembangan obat yang menargetkan jaringan ini kemungkinan merupakan strategi terapi yang efektif di seluruh spektrum yang luas dari tumor.

Mereka juga melaporkan bahwa tingkat TTP yang rendah dikaitkan dengan prognosis buruk pada kanker tertentu, termasuk tingkat kekambuhan yang lebih tinggi pada pasien kanker payudara dan tingkat yang lebih rendah dari kelangsungan hidup pada pasien adenokarsinoma paru. Selain itu, pasien kanker payudara dan paru-paru pasien dengan tingkat TTP yang rendah cenderung memiliki jenis tumor yang lebih agresif.

“Mengidentifikasi jaringan ini memungkinkan kita untuk mengatur proyek-proyek penelitian di masa depan yang difokuskan pada pemahaman bagaimana fungsi TTP sebagai penekan tumor dengan tujuan akhir untuk mengembangkan pengobatan khusus bagi pasien yang memiliki kadar TTP rendah,” jelas Robert Rounbehler, Ph.D., ilmuwan peneliti di Moffitt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here