Bhataramedia.com – Orang yang selamat dari kanker kolorektal dan merokok memiliki risiko kematian lebih dari dua kali lipat dibandingkan korban yang tidak merokok. Hal ini menambah bukti yang ada bahwa merokok dikaitkan dengan tingginya mortalitas yang spesifik akibat kanker kolorektal. Temuan ini berasal dari studi baru oleh para penliti di American Cancer Society. Studi ini merupakan salah satu penelitian terbesar mengenai merokok dan kelangsungan hidup pasien kanker kolorektal dan studi pertama yang secara prospektif mengumpulkan informasi mengenai merokok baik sebelum maupun sesudah diagnosis. Studi ini diterbitkan secara online di Journal of Clinical Oncology.

Bukti yang ada menghubungkan merokok dengan kemungkinan lebih tinggi didiagnosa menderita kanker kolorektal, namun hubungannya dengan kelangsungan hidup setelah diagnosis kanker kolorektal tidak jelas. Untuk menyelidiki hubungan merokok, sebelum dan setelah diagnosis, dengan semua penyebab dan mortalitas yang spesifik akibat kanker kolorektal di antara penderita kanker kolorektal, peneliti yang dipimpin oleh Dr. Peter Campbell mengidentifikasi 2.548 orang yang baru didiagnosis dengan kanker kolorektal non-metastasis invasif, dari antara 184.000 orang dewasa di American Cancer Society Cancer Prevention Study II. Di antara 2.548 penderita kanker kolorektal, 1.074 meninggal selama rata-rata 7,5 tahun masa tindak lanjut, termasuk 453 akibat kanker kolorektal.

Para peneliti menemukan orang-orang yang merokok sebelum diagnosis memiliki risiko kematian lebih dari dua kali lipat akibat semua penyebab (risiko relatif [RR] = 2.12), serta risiko kematian akibat kanker kolorektal (RR, 2.14). Mantan perokok sebelum diagnosis dikaitkan dengan kematian yang lebih tinggi akibat semua penyebab (RR, 1,18), tetapi tidak dengan kematian yang spesifik akibat kanker kolorektal. Merokok setelah diagnosis juga dikaitkan dengan risiko kematian lebih dari dua kali lipat secara keseluruhan (RR, 2.22) selama penelitian dan dikaitkan dengan risiko kematian spesifik akibat kanker kolorektal hampir dua kali lipat (RR, 1.92).

Para penulis mengatakan bahwa masuk akal jika perokok memiliki tumor patologis yang lebih agresif, selin itu merokok juga dapat menurunkan efektivitas pengobatan kanker kolorektal. “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme dimana merokok dapat meningkatkan angka kematian spesifik akibat kanker kolorektal dan menentukan apakah berhenti merokok setelah diagnosis menurunkan risiko kematian yang spesifik kanker kolorektal,”  para penulis menyimpulkan, seperti dilansir American Cancer Society (03/02/2015).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here