Bhataramedia.com – “Studi kami adalah yang pertama kali mengungkapkan dinamika evolusi di antara jenis kelamin nyamuk yang kemungkinan bertanggung jawab untuk membentuk kemampuan nyamuk Anopheles untuk mengirimkan malaria pada manusia,” kata penulis senior, Flaminia Catteruccia, profesor imunologi dan penyakit menular di Harvard Chan School and University of Perugia.

Studi ini dipublikasikan secara online tanggal 26 Februari 2015 di Science.

Nyamuk Anopheles adalah satu-satunya nyamuk yang mampu menularkan malaria pada manusia. Namun, spesies di dalam genus ini memiliki kemampuan yang sangat bervariasi untuk melakukannya, dengan alasan yang belum diketahui. Para peneliti menganalisis sembilan spesies Anopheles yang tersebar secara global, agar memungkinkan rekonstruksi sejarah evolusi sifat reproduksi mereka dan kapasitas untuk mengirimkan malaria.

Dilansir Harvard School of Public Health (26/02/2015), mereka menemukan bahwa dua sifat reproduksi kunci nyamuk Anopheles jantan diperoleh dan berkembang bersama-sama dari waktu ke waktu. Dua sifat tersebut adalah mentransfer ejakulasi dengan cairan yang memiliki struktur berbentuk batang yang disebut mating plug, dan kemampuan untuk mensintesis hormon steroid yang terkandung di dalam “mating plug” yang disebut 20-hydroxyecdysone (20E). Para peneliti juga menunjukkan bahwa evolusi kedua sifat ini mendorong adaptasi resiprokal (timbal balik) pada nyamuk betina wanita yang sangat terkait dengan kemampuan nyamuk untuk mengirimkan malaria.

Studi tersebut menambahkan hasil temuan sebelumnya dari kelompok penelitian ini yang menunjukkan bahwa transfer seksual 20E menginduksi serangkaian perubahan dramatis pada nyamuk betina, pada dasarnya mengubah fisiologi dan perilakunya. Perubahan ini mempengaruhi output reproduksi nyamuk betina, yaitu umur lebih panjang dan respon imun terhadap parasit Plasmodium. Keduanya merupakan faktor kunci di dalam penularan malaria. Keempat spesies nyamuk Anopheles yang mentransfer 20E dengan tingkat yang tinggi adalah vektor malaria utama yang berasal dari Afrika dan India, daerah dengan beban malaria tertinggi.

Temuan ini kemungkinan juga berlaku untuk virus Dengue dan West Nile, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes dan nyamuk Culex. Pada kedua spesies ini beberapa aspek biologi reproduksi mirip dengan nyamuk Anopheles.

Melalui identifikasi faktor-faktor kunci yang meningkatkan kemampuan nyamuk untuk mengirimkan malaria, senyawa yang telah dikembangkan untuk secara khusus menargetkan faktor-faktor ini dapat dimasukkan ke dalam teknologi pengendalian nyamuk yang ada, sehingga dapat meningkatkan efektivitasnya secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here