Bhataramedia.com – Oksitosin, yang kadang-kadang disebut sebagai hormon ‘cinta’, memiliki status legendaris di dalam budaya karena peran pentingnya di dalam perilaku sosial dan seksual, serta ikatan jangka panjang.

Saat ini, para peneliti dari University of Sydney dan University of Regensburg telah menemukan bahwa oksitosin juga memiliki pengaruh luar biasa pada efek memabukkan dari minuman beralkohol. Temuan ini mereka laporkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences tanggal 24 Februari.

Pada saat para peneliti menginfus oksitosin ke dalam otak tikus yang kemudian diberi minuman beralkohol,  hal ini mencegah kurangnya koordinasi yang disebabkan oleh alkohol.

“Di dalam tes ketenangan, tikus-tikus yang diberikan alkohol dan oksitosin lulus dengan baik, sementara tikus yang diberi alkohol tanpa oksitosin mengalami gangguan serius,” kata Dr. Bowen.

Para peneliti menunjukkan bahwa oksitosin mencegah alkohol untuk mengakses area tertentu di otak yang menimbulkan efek memabukkan, area ini dikenal sebagai delta-subunit reseptor GABA-A.

“Alkohol mengganggu koordinasi dengan menghambat aktivitas daerah otak yang memberikan kontrol motorik halus. Oksitosin mencegah efek ini ke titik di mana kita tidak dapat mengatakan dari perilaku mereka bahwa tikus sebenarnya mabuk. Ini adalah efek yang benar-benar luar biasa,” kata Dr. Bowen, seperti dilansir University of Sydney (23/02/2015).

Efek menenangkan dari oksitosin belum ditunjukkan pada manusia tetapi para peneliti berencana untuk melakukan studi ini dalam waktu dekat.

“Langkah pertama adalah untuk memastikan kami memiliki metode pemberian obat bagi manusia yang memungkinkan jumlah oksitosin yang cukup untuk mencapai otak. Jika kami bisa melakukan hal tersebut, kami menduga bahwa oksitosin juga dapat meminimalisir gangguan koordinasi setelah konsumsi alkohol dengan tingkat yang relatif tinggi, “kata Dr. Bowen.

“Sementara oksitosin dapat mengurangi tingkat kemabukan, oksitosin tidak akan  mengubah tingkat alkohol di dalam darah Anda,” kata Dr. Bowen. “Hal ini karena oksitosin hanya mencegah alkohol mengakses area di otak yang membuat Anda mabuk, tetapi tidak menyebabkan alkohol untuk meninggalkan sistem Anda lebih cepat,” lanjut dia.

Beberapa orang kemungkinan khawatir bahwa obat yang menurunkan tingkat kemabukan dapat mendorong Anda untuk minum lebih banyak. Ternyata, percobaan terpisah yang dilakukan oleh peneliti dan kelompok lain telah menunjukkan bahwa pemberian oksitosin benar-benar mengurangi keinginan dan konsumsi alkohol pada tikus dan manusia.

“Kami percaya bahwa efek oksitosin pada keinginan dan konsumsi alkohol bertindak melalui mekanisme yang sama di otak dengan yang diidentifikasi di dalam penelitian kami,” kata Dr. Bowen.

Temuan mereka dapat dikembangkan menjadi pengobatan baru berbasis oksitosin untuk gangguan penggunaan alkohol yang menargetkan mekanisme tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here