Bhataramedia.com – Colony Collapse Disorder (CCD) adalah ancaman utama bagi koloni lebah di seluruh dunia dan mempengaruhi kemampuan lebah untuk melakukan penyerbukan tanaman pangan utama bagi manusia. Hal ini telah menjadi perhatian utama bagi para ilmuwan dan petani di seluruh dunia selama setidaknya satu dekade, tetapi penyebab spesifik untuk fenomena tersebut belum teridentifikasi secara meyakinkan.

Tekanan pada lebah muda untuk tumbuh terlalu cepat bisa menjadi faktor utama dalam menjelaskan penurunan populasi lebah secara signifikan di seluruh dunia.

Lebah biasanya mulai mencari makanan saat mereka berusia 2-3 minggu tetapi ketika koloni lebah tertekan oleh penyakit, kekurangan makanan, atau faktor lain yang membunuh lebah tua, maka lebah muda mulai mencari makanan di usia muda.

Para peneliti telah memasang pelacak radio untuk ribuan lebah dan melacak pergerakan mereka sepanjang hidupnya. Para peneliti menemukan bahwa lebah yang mulai mencari makanan pada usia yang lebih muda ternyata melakukan pencarian makanan dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan lebah lainnya dan lebih mungkin untuk mati pada penerbangan pertama mereka.

Para peneliti, dari Queen Mary University of London (QMUL), Macquarie University di Sydney, Washington University di St. Louis, dan University of Sydney, menggunakan informasi ini untuk membuat model dampak setiap fenomena pada koloni lebah madu.

Mereka menemukan bahwa stres menyebabkan kematian lebah penjelajah yang usianya lebih tua sehingga memaksa lebah yang lebih muda untuk mencari makanan. “Pemaksaan” terhadap lebah pencari makan yang berusia lebih muda ini memicu performa yang lebih buruk dalam hal pencarian makanan dan kematian yang lebih cepat sehingga secara dramatis mempercepat penurunan populasi koloni seperti adanya CCD yang terlihat di seluruh dunia.

Dilansir University of Queen Mary London (9/2/2014), Dr. Clint Perry dari School of Biological and Chemical Sciences di QMUL, mengatakan : “Lebah muda yang meninggalkan sarang secara lebih awal cenderung menjadi perilaku adaptif akibat adanya penurunan jumlah lebah pencari makan yang lebih tua. Tetapi jika tingkat kematian meningkat pada periode yang lama atau sarang tidak cukup besar untuk menahan kondisi itu dalam jangka pendek, maka respon alami ini bisa mengganggu keseimbangan sosial dari koloni dan memiliki konsekuensi yang berakibat fatal.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pelacakan ketika lebah mulai mencari makanan mungkin menjadi indikator yang baik dari keberlangsungan sarang lebah secara keseluruhan. Studi kami ini menyoroti alasan dibalik runtuhnya koloni dan bisa membantu dalam mencari cara-cara untuk mencegah runtuhnya koloni tersebut.” Tambahnya.

Referensi Jurnal :

Clint J. Perry, Eirik Søvik, Mary R. Myerscough, Andrew B. Barron. Rapid behavioral maturation accelerates failure of stressed honey bee colonies. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2015; 201422089 DOI: 10.1073/pnas.1422089112.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here