Bhataramedia.com – Studi sebelumnya mengemukakan bahwa bayi prematur lebih mungkin untuk mengembangkan asma di awal kehidupannya. Namun, studi skala besar di Dermark yang dilakukan University of Copenhagen menunjukkan bahwa bayi prematur mampu “keluar” dari risiko asma tersebut.

Temuan dari studi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari University of Copenhagen ini diterbitkan dalam jurnal medis PLoS ONE .

“Studi ini menegaskan bahwa mereka yang lahir prematur lebih mungkin menderita gejala asma dan kondisi paru-paru yang lebih rentan daripada anak-anak lainnya. Namun, kabar baiknya adalah bahwa mereka mampu “keluar” dari kondisi ini. Kami telah mengamati bayi prematur sejak lahir dan sampai usia sekitar 30 tahun, dan kita dapat melihat bahwa anak-anak ini ternyata mampu mengembangkan kondisi paru-paru yang lebih baik. Ketika dewasa, mereka juga tidak mengalami kondisi paru-paru lebih buruk dibandingkan yang lain, “kata Anne Louise de Barros Damgaard, seorang dokter dan salah satu peneliti pada studi ini, seperti dilansir EurekaAlert! (4/5/2015).

Para peneliti telah menganalisis data dalam bentuk rincian kelahiran dan kesehatan dari 1,8 juta penduduk Denmark dari periode 1980-2009, dan membandingkan derajat kesehatan yang buruk dari orang yang lahir sebelum 37 minggu kehamilan dengan orang yang lahir setelah minggu itu.

“Dengan standar internasional, hal ini adalah volume data yang sangat besar dan hanya mungkin didapat karena database yang sangat rinci yang kita miliki di Denmark. Kami telah mengamati resep untuk obat asma yang diberikan ke pasien selama jangka waktu tertentu untuk mengidentifikasi penderita asma yang prospek. Kemudian kami membandingkan kelompok penderita asma dengan seluruh populasi, dan kesimpulannya jelas, yaitu: anak-anak yang lahir prematur termasuk proporsi yang sangat tinggi dari anak-anak kecil dengan gejala asma, namun saat mereka tumbuh dewasa, tren ini menjadi kurang menonjol, “kata Theis Lange, seorang profesor di Bagian Biostatistik Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran dan salah satu penulis makalah.

Penemuan bahwa orang yang lahir prematur mampu “keluar” dari asma yang dideritanya juga penting dari sudut pandang bahwa ternyata lebih banyak dan lebih dini bayi yang mampu bertahan hidup, bukan hanya di Denmark, tetapi di seluruh dunia, dan karena kita masih hanya memiliki pengetahuan yang terbatas kesehatan mereka di kemudian hari.

“Ada banyak cerita, mitos bahkan, tentang implikasi kesehatan prematuritas, dan hal ini dapat menjadi sumber kekhawatiran bagi orang tua dari bayi prematur. Oleh karena itu sangatlah baik untuk mengetahui bahwa setelah dewasa, bayi prematur tidak lebih rentan terhadap kondisi paru-paru yang buruk dibandingkan orang lainnya, “kata Theis Lange.

Referensi Jurnal :

Anne Louise Damgaard, Bo Mølholm Hansen, René Mathiasen, Frederik Buchvald, Theis Lange, Gorm Greisen. Prematurity and Prescription Asthma Medication from Childhood to Young Adulthood: A Danish National Cohort Study. PLOS ONE, 2015; 10 (2): e0117253 DOI: 10.1371/journal.pone.0117253.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here