Beranda Science Bakteri Tawarkan Cara Baru untuk Obati Kanker

Bakteri Tawarkan Cara Baru untuk Obati Kanker

1052
bakteri
Ilustrasi, bakteri.

Bhataramedia.com –┬áMenurut studi pendahuluan skala kecil, bakteri kemungkinan dapat digunakan sebagai cara baru untuk mengobati kanker.

Para peneliti menyuntikkan strain lemah dari spora bakteri Clostridium novyi-NT ke dalam tumor pada enam pasien. Para peneliti melaporkan bahwa bakteri dapat tumbuh di dalam tumor dan membunuh sel-sel kanker.

C. novyi-NT, yang hidup di tanah, adalah kerabat dekat dari bakteri yang menyebabkan botulisme (penyakit lumpuh akibat racun bakteri Clostridium botulinum). Sebelum menyuntikkan C. novyi-NT ke pasien, para peneliti melemahkannya dengan menghilangkan racun yang berbahaya.

Menurut penelitian tersebut, lima dari enam pasien masih hidup, sementara satu meninggal karena penyebab yang tidak terkait, beberapa bulan setelah menerima suntikan bakteri. Penelitian tersebut dipresentasikan hari Sabtu pada Simposium tahunan Clinical Oncology Interventional di Hollywood, Florida.

Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan medis harus dilihat sebagai data awal sampai diterbitkan di dalam jurnal peer-review.

“Ketika tumor mencapai ukuran tertentu, sebagian dari tumor tidak menerima oksigen, sehingga membuatnya tahan terhadap terapi konvensional seperti radiasi dan kemoterapi,” kata penulis studi, Dr. Ravi Murthy, seorang profesor radiologi intervensi di M.D. Anderson Cancer Center di Houston, di dalam rilis berita simposium.

“C. novyi-NT tumbuh subur di dalam kondisi rendah oksigen dan menghancurkan tumor dari dalam, sementara tidak merusak jaringan normal,” jelas Murthy, seperti dilansir Newsmax Health (01/02/2015).

C. novyi-NT juga memicu respon kekebalan terhadap kanker.

“Pada dasarnya, C. novyi-NT menyebabkan infeksi yang berpotensi membunuh sel tumor,” kata kepala penelitian, Dr. Filip Janku, seorang associate professor di department of investigation therapeutics, M.D. Anderson Cancer Center.

Temuan baru ini masih sangat awal dan masih dibutuhkan banyak penelitian tambahan hingga dapat digunakan sebagai terapi yang potensial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here