Bhataramedia.com – Penemuan variasi genetik baru yang terkait dengan gangguan spektrum autisme / autism spectrum disorder (ASD) telah menunjukkan gangguan pada fungsi transporter dopamin. Menurut tim peneliti Vanderbilt University, hal ini menunjukkan bahwa perubahan pensinyalan dopamin berkontribusi untuk perkembangan kondisi autisme

Para peneliti menggunakan dua variasi genetik berbeda yang diwariskan di dalam dua keluarga berbeda yang memiliki anak-anak dengan ASD. Mereka menggunakan variasi genetik tersebut untuk menghasilkan perubahan yang sama di dalam fungsi saraf dan perilaku yang berhubungan dengan autisme. Para peneliti melaporkan hasil penelitian mereka di EBioMedicine, jurnal kedokteran online baru yang diterbitkan oleh editor di Lancet dan Cell Press.

“Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya melaporkan bahwa dua variasi genetik berbeda yang terkait ASD menghasilkan perubahan saraf dan perilaku yang sama pada model Drosophila (lalat buah),” kata Aurelio Galli, Ph.D., profesor Fisiologi Molekuler, Biofisika dan Psikiatri.

“Para peneliti Vanderbilt saat ini sedang mengembangkan model tikus untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, dan mereka bekerja dengan perusahaan biofarmasi untuk mengembangkan pengobatan yang lebih efektif untuk ASD yang secara khusus menargetkan transporter dopamin,” katanya.

“Kami sedang mencari jaringan molekul-molekul yang mengganggu neurotransmisi dopamin dengan cara yang berbeda, tetapi kadang-kadang menyatu dengan mekanisme yang sama. Kami belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya,” kata Galli, seperti dilansir Vanderbilt University Medical Center (30/01/2015).

Dopamin merupakan neurotransmitter yang terlibat di dalam “reward behaviors” (perilaku yang berhubungan dengan penghargaan), termasuk nafsu makan, kecanduan dan interaksi sosial.

Biasanya, transporter dopamin “menyapu” kelebihan dopamin dari sinapsis, celah atau jarak di antara sel-sel saraf. Amfetamin dapat mengurangi perilaku hiperaktif pada anak-anak dengan ASD, obat ini menyebabkan transporter untuk bekerja  secara “terbalik,” dan dengan demikian meningkatkan pasokan dopamin di dalam sinapsis.

Bekerja sama dengan James Sutcliffe, Ph.D., profesor Fisiologi Molekuler, Biofisika dan Psikiatri, para peneliti mengidentifikasi variasi yang diwariskan di dalam gen transporter dopamin dan gen untuk syntaxin 1 (STX1), suatu protein yang mengatur transporter dopamin, di dalam dua keluarga anak-anak dengan ASD.

“Penerapan perubahan variasi genetik tersebut (mutasi) pada model lalat Drosophila ternyata mengganggu gerak yang diinduksi amfetamin. Hal ini menunjukkan berkurangnya respon perilaku terhadap obat amfetamin,” kata Galli. Galli dan timnya pada tahun 2013 juga telah melaporkan model pertama dari mutasi spontan yang timbul di transporter dopamin yang berhubungan dengan gangguan neuropsikiatri.

Gerakan adalah model yang baik untuk reward behaviours karena Anda harus bergerak untuk mendapatkan makanan, Anda harus bergerak untuk melakukan apa pun yang Anda suka,” kata Galli.

“Kami mulai melihat fungsi transporter dopamin dengan cara yang sama sekali berbeda. Kami memahami secara molekuler apa yang terjadi pada sistem dopaminergik dan bagaimana menargetkan itu,” pungkas Galli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here