Bhataramedia.com – Suatu sinyal yang mempromosikan sekresi insulin dan mengurangi hiperglikemia pada model hewan yang menderita diabetes tipe 2 dapat ditingkatkan melalui penghambatan enzim baru yang ditemukan oleh para peneliti dari Chum Research Centre (CRCHUM) dan University of Montreal. Tim peneliti tersebut merupakan bagian dari Montreal Diabetes Research Center. Studi baru ini dilakukan oleh Marc Prentki dan Murthy Madiraju dan dipublikasikan di Cell Metabolism.

Insulin merupakan hormon penting di dalam tubuh kita yang mengontrol glukosa dan pemanfaatan lemak. Kurangnya pelepasan insulin oleh sel-sel beta pankreas dan interferensi aktivitas insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Sekresi insulin di dalam darah tergantung pada pemanfaatan glukosa dan lemak oleh sel beta, serta produksi dari sinyal yang baru ditemukan bernama monoasilgliserol.

“Meskipun sudah banyak penelitian yang meneliti mekanisme yang terlibat di dalam sekresi insulin, molekul sinyal yang terlibat di dalam proses tersebut masih tetap misterius. Identifikasi sinyal-sinyal ini diperlukan untuk mengembangkan terapi yang lebih baik terhadap diabetes,” jelas Marc Prentki, Direktur Montreal Diabetes Research Centre dan Profesor di University of Montreal, seperti dilansir dari Eurekalert (25/5/2014).

“Ketika gula sedang digunakan oleh sel-beta pankreas yang mensekresi insulin, proses tersebut menghasilkan monoasilgliserol. Monoasilgliserol adalah sinyal mirip lemak yang berhubungan dengan pelepasan insulin ke dalam darah. Kami menemukan bahwa produksi monoasilgliserol sangat penting untuk sekresi insulin oleh sel-beta,” kata Murthy Madiraju, peneliti di CRCHUM.

Di dalam penelitian ini, tim peneliti menemukan bahwa enzim yang disebut alpha / beta hidrolase domain-6 (ABHD6) memecah monoasilgliserol. Dengan demikian hal tersebut akan memberikan pengaruh negatif terhadap kontrol pelepasan insulin. Para peneliti mengatakan bahwa obat yang ideal untuk diabetes tipe-2 seharusnya dapat meningkatkan kadar insulin di dalam darah dengan meningkatkan respon sel-sel beta terhadap glukosa hanya ketika glukosa berada pada kadar yang tinggi. Selain itu, obat tersebut juga harus dapat meningkatkan sensitivitas jaringan tubuh terhadap insulin. “Hal-hal inilah yang dihambat oleh ABHD6 dan melalui penemuan ini kami telah mengidentifikasi target baru yang unik untuk diabetes tipe 2,” kata Madiraju.

Saat ini, tim peneliti sedang bekerja untuk menemukan penghambat (blocker) ABHD6 yang ampuh dan tidak bersifat toksik. Nantinya, obat tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai obat yang potensial untuk diabetes tipe 2. Studi yang sedang berjalan ini, dilakukan bekerja sama dengan AmorChem Financial, Inc dan anak perusahaan NuChem Therapeutics, Montreal.

Referensi Jurnal :

Shangang Zhao, Yves Mugabo, Jose Iglesias, Li Xie, Viviane Delghingaro-Augusto, Roxane Lussier, Marie-Line Peyot, Erik Joly, Bouchra Taïb, Matthew A. Davis, J. Mark Brown, Abdelkarim Abousalham, Herbert Gaisano, S.R. Murthy Madiraju, Marc Prentki. α/β-Hydrolase Domain-6-Accessible Monoacylglycerol Controls Glucose-Stimulated Insulin Secretion. Cell Metabolism, 2014; DOI: 10.1016/j.cmet.2014.04.003.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here