Bhataramedia.com – Setiap tahun, lebih dari 1 juta orang di AS yang telah menderita serangan jantung atau nyeri dada akibat penyumbatan pembuluh darah memiliki tabung jala berukuran kecil yang disebut “stent” atau ring jantung di dalam tubuh mereka. Tabung ini dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk menopang agar pembuluh darah tetap terbuka. Prosedur ini telah menyelamatkan banyak nyawa, tetapi masih memiliki kelemahan yang berpotensi mematikan.

Seperti dilansir dari ACS (28/5/2014), saat ini para ilmuwan melaporkan bahwa melapisi stent dengan vitamin C dapat menurunkan risiko efek samping dari implan buatan tersebut. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Langmuir, ACS. Eagappanath Thiruppathi dan Gopinath Mani mencatat bahwa stent yang ada saat ini telah berkembang dengan pesat. Hari ini, stent dilapisi dengan obat-obatan yang dapat mencegah arteri terkena dampak dari reclogging (kembali terbentuknya gumpalan darah).

Masalahnya adalah sekitar 10.000 sampai 50.000 orang yang menerima stent mengembangkan sesuatu yang disebut “late stent thrombosis” (LST). LST adalah komplikasi fatal yang terjadi ketika gumpalan terbentuk dan kembali menyumbat arteri. Meskipun obat-obatan yang melapisi stent sangat membantu di dalam banyak kasus, obat-obatan tersebut kemungkinan bertanggung jawab untuk menyebabkan masalah pada orang lainnya.

Senyawa-senyawa yang terkandung di dalam obat yang melapisi stent mencegah pertumbuhan sel-sel otot polos yang dapat menyumbat daerah di sekitar stent ditanam. Akan tetapi senyawa-senyawa tersebut juga dapat mencegah pertumbuhan sel-sel endotel bermanfaat yang sangat berperan penting untuk mencegah LST. Hal inilah yang melatarbelakangi Thiruppathi dan Mani mencoba menemukan cara untuk mengatasi masalah ini.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa vitamin C dapat menjadi alternatif yang baik atau sebagai tambahan selain obat untuk melapisi stent. Vitamin C mampu menghambat pertumbuhan sel-sel otot polos dan mendorong pertumbuhan sel-sel endotel. Thiruppathi dan Mani telah menemukan cara pelapisan agar stent dapat melepaskan vitamin C secara perlahan dari waktu ke waktu. Mereka menyimpulkan bahwa teknik ini dapat berguna untuk membuat stent dan perangkat medis implan lainnya menjadi lebih aman.

Referensi Jurnal :

Eagappanath Thiruppathi, Gopinath Mani. Vitamin-C Delivery from CoCr Alloy Surfaces Using Polymer-Free and Polymer-Based Platforms For Cardiovascular Stent Applications. Langmuir, 2014; 140521155056001 DOI: 10.1021/la501448h.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here