Bhataramedia.com – Para peneliti dari University of California, San Diego School of Medicine telah menemukan bahwa orang dengan kadar vitamin D yang rendah memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk meninggal secara prematur (dini) dibandingkan orang dengan kadar vitamin D yang tinggi di dalam darahnya.

Temuan yang diterbitkan di edisi ke-12 American Journal of Public Health ini didasarkan pada review sistematis terhadap 32 studi sebelumnya yang mencakup analisis terhadap vitamin D, kadar darah dan tingkat mortalitas (kematian) manusia. Varian spesifik dari vitamin D yang dianalisis adalah 25-hydroxyvitamin D (Calcifediol/calcidiol), yaitu bentuk utama vitamin D yang ditemukan di dalam darah.

“Tiga tahun yang lalu, Institute of Medicine (IOM) menyimpulkan bahwa memiliki tingkat vitamin D yang terlalu rendah di dalam darah merupakan hal yang sangat berbahaya,” kata Cedric Garland, DrPH, profesor di Department of Family and Preventive Medicine at UC San Diego dan juga penulis utama studi ini.

“Studi ini mendukung kesimpulan tersebut dan juga memberikan beberapa penemuan baru. Berdasarkan laporan dari IOM, kadar vitamin D dengan batas minimal 20 nanogram per mililiter (ng / ml) darah termasuk dalam kategori kadar rendah vitamin D dan terkait dengan risiko penyakit tulang. Namun, studi terbaru ini didasarkan pada asosiasi kadar rendah vitamin D dengan risiko kematian dini dari semua penyebab, bukan hanya penyakit tulang. ” Tambahnya, seperti dirilis laman University of California – San Diego (12/6/2014).

Garland juga mengatakan bahwa kadar rendah vitamin D yang terkait dengan sekitar setengah dari tingkat kematian adalah 30 ng/ml. Dia mencatat bahwa dua pertiga dari penduduk AS memiliki tingkat vitamin D di dalam darah dengan perkiraan di bawah 30 ng/ml.

“Penelitian ini akan memberikan informasi lebih akurat bagi komunitas medis dan publik bahwa vitamin D akan aman bila digunakan pada dosis yang tepat hingga 4.000 International Unit (IU) per hari,” kata Heather Hofflich, DO, profesor di UC San Diego School of Medicine’s Department of Medicine.

“Namun, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ketika anda ingin mengubah asupan vitamin D, selain itu sebaiknya anda juga memeriksa kadar 25-hydroxyvitamin D di dalam darah setiap tahunnya. Asupan harian vitamin D di atas 4.000 IU per hari kemungkinan sesuai untuk beberapa pasien di bawah pengawasan medis.” Tambah Hofflich.

Pada studi ini, usia rata-rata peserta studi yang diambil darahnya adalah 55 tahun; rata-rata lama tindak lanjutnya adalah sembilan tahun. Penelitian ini melibatkan warga dari 14 negara, termasuk Amerika Serikat, dan data tambahan dari 566.583 peserta studi lainnya.

Penelitian ini didanai oleh UC San Diego Department of Family and Preventive Medicine.

Referensi Jurnal :

Cedric F. Garland, June Jiwon Kim, Sharif Burgette Mohr, Edward Doerr Gorham, William B. Grant, Edward L. Giovannucci, Leo Baggerly, Heather Hofflich, Joe Wesley Ramsdell, Kenneth Zeng, Robert P. Heaney. Meta-analysis of All-Cause Mortality According to Serum 25-Hydroxyvitamin D. American Journal of Public Health, 2014; e1 DOI: 10.2105/AJPH.2014.302034.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here