Bhataramedia.com – Para peneliti telah berhasil menciptakan retina manusia yang dapat berfungsi dengan menggunakan sel punca (stem cell) manusia. Retina buatan laboratorium ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan retina asli. Namun, para peneliti mengklaim bahwa retina buatan tersebut dapat mendeteksi cahaya seperti retina asli.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Communications ini, merinci mengenai bagaimana peneliti dari Johns Hopkins University telah berhasil membuat jaringan retina dengan menggunakan sel punca pluripotensi yang diinduksi / induced pluripotent stem cells (iPS).

Berbeda dengan sel-sel punca embrionik, sel-sel iPS merupakan sesuatu yang lumayan baru di bidang penelitian sel punca. Para peneliti sekarang dapat menciptakan sel punca seperti sel punca embrionik melalui pemrograman ulang genetik dari sel punca dewasa tertentu agar dapat kembali ke bentuk sel punca awal yang dapat berdiferensisasi menjadi semua jenis sel.

Menurut penelitian ini, para peneliti mampu mengambil sel-sel iPS dan mendorong sel-sel tersebut untuk berubah dan menghasilkan sel-sel progenitor retina (sel yang dirancang untuk menciptakan jaringan retina yang melapisi bagian belakang mata manusia).

“Pada dasarnya kami telah menciptakan miniatur retina manusia yang tidak hanya memiliki organisasi arsitektur retina tetapi juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi cahaya,” kata pemimpin penelitian ini, M. Valeria Canto-Soler, seperti dilansir dari Newswise (10/6/2014).

Jaringan retina buatan ini setara dengan jaringan yang telah dikembangkan selama 28 minggu di dalam kandungan. Setelah mereka menyadari kemampuannya, Canto-Soler dan timnya kemudian menguji sensitivitas cahaya dari retina mini tersebut dengan menempatkan elektroda tunggal ke dalam sel fotoreseptor. Tim peneliti memancarkana cahaya pada sel dan mengukur reaksi dari jaringan retina buatan tersebut.

Hebatnya, fotoreseptor menanggapi cahaya dengan cara yang sama dengan batang retina alami.

Canto-Soler mengakui bahwa reaksi dari jaringan retina buatan tersebut hanya merupakan bagian dari proses penglihatan secara keseluruhan. Penglihatan memerlukan struktur yang belum berhasil dibuat di laboratorium.

Apakah retina buatan kami mampu menghasilkan sinyal visual dapat ditafsirkan otak menjadi sebuah gambar?” katanya. “Kemungkinan tidak, tapi ini adalah awal yang baik.”

“Hasil penelitian ini dapat membantu kemajuan penelitian di bidang penglihatan dan pada akhirnya dapat mengarah pada teknologi yang mampu memulihkan penglihatan pada seseorang yang menderita penyakit retina,” jelas Canto-Soler.

Studi ini dipublikasikan di Nature Communications tanggal 10 Juni 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here