Bhataramedia.com – Seseorang dengan diet tinggi protein, terutama dari ikan, kemungkinan berisiko rendah untuk mengalami stroke dibandingkan dengan orang yang melakukan diet rendah protein. Hal ini berdasarkan meta-analisis yang diterbitkan pada 11 Juni 2014 di edisi jurnal online Neurology ® (jurnal medis dari American Academy of Neurology).

“Jumlah protein yang menyebabkan penurunan risiko stroke adalah moderat, yaitu setara dengan 20 gram per hari,” kata penulis studi, Xinfeng Liu, MD, PhD, dari Nanjing University School of Medicine di Nanjing, Cina. “Sebagai tambahan, penelitian skala luas masih diperlukan sebelum pembuatan rekomendasi secara definitif, namun bukti-bukti dari studi kami dan sebelumnya telah memberikan bukti kuat mengenai hubungan protein dan stroke.” Tambahnya, seperti dimuat rilis berita American Academy of Neurology (AAN) (12/6/2014).

Meta-analisis studi ini telah menganalisis semua penelitian yang terkait hubungan antara diet protein dan risiko stroke. Tujuh studi dengan total 254.489 peserta yang diikuti selama rata-rata 14 tahun telah dilibatkan dalam analisis ini.

Secara keseluruhan, para peserta dengan jumlah tertinggi protein dalam dietnya memiliki 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan stroke dibandingkan peserta dengan jumlah terendah dari protein dalam dietnya. Hasil studi ini juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko stroke, seperti merokok dan kolesterol tinggi. Untuk setiap tambahan konsumsi 20 gram protein per hari, risiko stroke menurun sebesar 26 persen.

“Jika asupan protein setiap orang berada pada tingkat ini, maka aka nada penurunan jumlah kematian akibat stroke sebanyak lebih dari 1,4 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia, ditambah lagi adanya keuntungan lain yaitu menurunnya tingkat kecacatan akibat stroke,” kata Liu.

Liu mencatat bahwa analisis pada studi ini tidak mendukung peningkatan konsumsi daging merah, dimana daging merah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke. Dua studi yang dilakukan di Jepang, di mana penduduknya mengkonsumsi lebih sedikit daging merah dan lebih banyak ikan dibandingkan penduduk di Negara barat, telah dikaitkan dengan penurunan risiko stroke.

“Hasil studi ini menunjukkan bahwa risiko stroke dapat dikurangi dengan mengganti daging merah dengan sumber protein lain, seperti ikan,” kata Liu.

Protein hewani lebih bagus untuk mengurangi stroke daripada protein nabati.

“Protein memiliki efek menurunkan tekanan darah, dimana hal ini mungkin memainkan peran penting dalam mengurangi risiko stroke,” kata Liu.

Referensi Jurnal :

Zhizhong Zhang, Gelin Xu, Fang Yang, Wusheng Zhu, and Xinfeng Liu. Quantitative analysis of dietary protein intake and stroke risk. Neurology, June 2014 DOI: 10.1212/WNL.0000000000000551.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here