Bhataramedia.com – Peningkatkan diagnosis dan manajemen dari salah satu jenis kanker yang paling umum pada pria (kanker prostat) merupakan hasil dari penelitian di University of Adelaide. Penelitian tersebut telah menemukan bahwa air mani (semen) berisi biomarker untuk penyakit ini.

Hasil dari studi ini telah diterbitkan di jurnal Endocrine-Related Cancer. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa keberadaan molekul-molekul tertentu di dalam cairan mani menunjukkan tidak hanya apakah seseorang memiliki kanker prostat, tetapi juga tingkat keparahan kanker tersebut.

Dr. Luke Selth mengatakan bahwa tes PSA (prostate specific antigen) yang umum digunakan tidak ideal untuk menguji untuk kanker rostat.

“Tes PSA sangat sensitif, tetapi tidak spesifik untuk kanker prostat. Hal ini menyebabkan banyak biopsi yang tidak perlu dari penyakit yang tidak ganas. Lebih problematik, pengujian PSA telah secara substansial menghasilkan diagnosis dan pengobatan berlebihan untuk kanker prostat yang tidak mematikan dan bersifat aman,” kata Dr. Selth, seperti dilansir dari University of Adelaide (6/6/2014).

“Biomarker yang secara akurat dapat mendeteksi kanker prostat pada tahap awal dan mengidentifikasi tumor agresif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perawatan pasien. Identifikasi biomarker tersebut adalah fokus utama dari penelitian kami,” lanjut Dr. Selth.

Dr. Selth, Peneliti Muda dari Prostate Cancer Foundation (USA), adalah anggota dari Freemasons Foundation Centre for Men’s Health di University of Adelaide dan berbasis di Universitas Dame Roma Mitchell Cancer Research Laboratories.

Dengan menggunakan sampel air mani dari 60 pria, Dr. Selth dan rekannya menemukan sejumlah kecil molekul asam ribonukleat (RNA) yang disebut microRNA di dalam cairan mani yang diketahui meningkat pada tumor prostat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa microRNA ini secara mengejutkan akurat di dalam mendeteksi kanker.

“Adanya microRNA ini memungkinkan kita untuk lebih akurat membedakan antara pasien yang menderita kanker dan mereka yang tidak, dibandingkan dengan tes PSA standar,” kata Dr. Selth. “Kami juga menemukan bahwa satu mikroRNA tertentu, mir-200b, dapat membedakan antara laki-laki penderita tumor kadar rendah dan kelas tumor yang lebih tinggi. Hal ini penting, karena sebagai alat prognostik yang potensial, itu akan membantu untuk menunjukkan urgensi dan jenis pengobatan yang diperlukan,” tambah dia.

Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim peneliti Dr. Selth dan diterbitkan di British Journal of Cancer. Penelitian ini menunjukkan bahwa microRNA di dalam darah dapat memprediksi pria yang cenderung kambuh setelah operasi pengangkatan kanker prostat. “Kami sangat antusias dengan potensi aplikasi klinis dari microRNA di dalam berbagai cairan tubuh,” katanya.

Referensi Jurnal :

  1. L. A. Selth, M. J. Roberts, C. W. k. Chow, V. R. Marshall, S. A. r. Doi, A. D. Vincent, L. M. Butler, M. F. Lavin, W. D. Tilley, F. Gardiner. Human seminal fluid as a source of prostate cancer specific microRNA biomarkers. Endocrine Related Cancer, 2014; DOI: 10.1530/ERC-14-0234.
  2. L A Selth, S L Townley, A G Bert, P D Stricker, P D Sutherland, L G Horvath, G J Goodall, L M Butler, W D Tilley. Circulating microRNAs predict biochemical recurrence in prostate cancer patients. British Journal of Cancer, 2013; 109 (3): 641 DOI: 10.1038/bjc.2013.369.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here