Bhataramedia.com – Pada makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah Nature, para peneliti dari University of Colorado School of Medicine dan koleganya menjelaskan bagaimana molekul RNA yang ditemukan pada virus tertentu mampu meniru bentuk molekul lain sebagai bagian dari strategi untuk ‘membajak’ sel dan membuat lebih banyak virus.

Temuan yang dilakukan oleh Jeffrey S. Kieft, PhD, profesor biokimia dan genetika molekuler di School of Medicine yang juga peneliti di Howard Hughes Medical Institute, dan rekan-rekannya ini berhasil memecahkan misteri biokimia dan molekuler yang telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.

Virus merupakan ancaman di seluruh dunia bagi kesehatan dan pertanian. Untuk berkembang biak, virus menginfeksi sel dan mengambil alih mesin biokimia pada sel. Dengan demikian, pemahaman mengenai proses-proses molekuler fundamental yang digunakan oleh virus untuk menaklukkan sel merupakan hal yang penting. Di antara proses-proses tersebut, kemampuan molekul yang diciptakan oleh virus untuk ‘meniru’ struktur dan perilaku dari molekul seluler menjadi perhatian utama para peneliti. Molekular virus atau biasa disebut ‘trojan horse/kuda troya’ merupakan bagian dari strategi virus untuk mengambil alih sel.

Makalah ini menjelaskan struktur tiga dimensi dari RNA viral yang meniru salah satu RNA yang paling banyak ditemukan dalam sel. Hal ini telah diketahui selama bertahun-tahun bahwa RNA virus ini memiliki kemampuan meniru secara molekular. Namun, bagaimana RNA ini bertindak sebagai peniru, bagaimana mampu beralih antara struktur yang berbeda, dan bagaimana melakukan banyak tugas, masih menjadi sebuah misteri.

Seperti dilansir rilis berita dari laman EurekAlert! (9/6/2014), melalui penggunakan teknik yang disebut kristalografi sinar x, Kieft dan rekan penelitinya memvisualisasikan struktur tiga dimensi yang kompleks dari suatu molekul pada resolusi tinggi. Mereka menemukan bahwa RNA viral memiliki arsitektur ‘bermuka dua’: dimana satu wajah meniru RNA sel, sementara wajah lainnya memiliki kemiripan yang rendah, dan hal ini mungkin memberikan kemampuan untuk melakukan beberapa tugas selama infeksi. Jenis perilaku ini mungkin dimiliki oleh kebanyakan virus, sehingga penelitian ini berlaku untuk banyak virus yang berbeda.

Pemahaman tentang bagaimana RNA viral dapat meniru molekul lain sebagai bagian dari strategi untuk ‘membajak’ sel dapat membantu ilmuwan mengembangkan pengobatan atau vaksin terhadap penyakit menular.

Referensi Jurnal :

Timothy M. Colussi, David A. Costantino, John A. Hammond, Grant M. Ruehle, Jay C. Nix, Jeffrey S. Kieft. The structural basis of transfer RNA mimicry and conformational plasticity by a viral RNA. Nature, 2014; DOI: 10.1038/nature13378.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here