Ilustrasi, diagram saluran pencernaan bawah.
Ilustrasi, diagram saluran pencernaan bawah.

Bhataramedia.com – Para ilmuwan di China telah melaporkan penemuan mengenai dua protein yang ada di dalam darah penderita kanker usus besar. Kedua protein tersebut dapat berfungsi sebagai biomarker potensial untuk secara akurat memprediksi apakah penyakit kanker usus besar akan menyebar.

Studi mereka dipublikasikan di American Chemical Society’sJournal of Proteome Research.

Seperti dilansir dari Science Daily (18/1/2010), Maode Lai dan rekan-rekannya mencatat bahwa pada tahun 2008, 150.000 kasus baru kanker usus besar dan lebih dari 50.000 kematian akibat penyakit ini terjadi di Amerika Serikat saja. Pembedahan adalah metode utama mengobati penyakit kanker usus besar.

Namun, setengah dari pasien kanker usus yang menjalani operasi kembali kambuh di dalam waktu 5 tahun karena penyebarannya, atau metastasis, ke bagian lain dari tubuh. Penyebaran kanker usus besar sulit untuk dideteksi dan saat ini tidak ada tanda-tanda kimia di dalam tubuh yang dapat diandalkan untuk memprediksi penyebarannya, para ilmuwan mengatakan.

Di dalam upaya untuk mengidentifikasi biomarker yang berguna untuk melacak penyebaran kanker usus, para ilmuwan membandingkan protein yang dihasilkan oleh sel-sel tumor awal dengan protein dari sel-sel kanker yang telah bermetastasis dari individu penderita kanker usus besar. Mereka mengidentifikasi dua protein yang secara signifikan lebih tinggi pada sel-sel kanker metastatik daripada sel-sel kanker primer atau awal. Para ilmuwan mengatakan bahwa kedua protein ini dapat berfungsi sebagai biomarker potensial di dalam tes darah untuk memprediksi penyebaran kanker usus besar, sehingga memungkinkan intervensi dan pengobatan dini.

Referensi Jurnal :

Xue et al. Identification of Serum Biomarkers for Colorectal Cancer Metastasis Using a Differential Secretome Approach. Journal of Proteome Research, 2010; 9 (1): 545 DOI: 10.1021/pr9008817.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here