Bhataramedia.com – Pemutihan karang (coral bleaching) sering mengakibatkan kematian karang massal dan runtuhnya ekosistem terumbu karang. Hal ini telah menjadi isu penting di seluruh dunia, mengingat jumlah terumbu karang yang menurun setiap tahunnya. Associate Professor, Kazuhiko Koike dan Ms. Lisa Fujise dari Graduate School of Biosphere Science di Hiroshima University dan kolaborator mereka telah mengusulkan mekanisme yang kemungkinan menyebabkan pemutihan dan kerusakan karang.

Dilansir Hiroshima University (29/12/2014), kelompok riset tersebut menunjukkan bahwa karang lebih aktif mencerna dan membuang zooxanthellae simbiotik yang rusak di dalam kondisi stres panas. Hal ini kemungkinan menjadi mekanisme yang membantu karang untuk mengatasi perubahan lingkungan. Di sisi lain, jika kondisi stres menang, akumulasi dari zooxanthellae simbiotik yang rusak tidak sebanding dengan pembuangannya, sehingga secara bertahap akan menumpuk di jaringan karang. Para peneliti menganggap bahwa kehilangan zooxanthellae dan akumulasi kerusakan sel menghasilkan pemutihan karang. Hasil penelitian ini dipublikasikan di PLoS ONE.

Simbiosis antara karang dan zooxanthellae (dinoflagellata genus Symbiodinium) membentuk dasar biologi terumbu karang. Kelompok riset tersebut menunjukkan bahwa “pengusiran” zooxanthellae pada suhu 27 ° C (kondisi stres non-panas) merupakan bagian dari mekanisme peraturan yang mempertahankan kepadatan zooxanthellal dan konsentrasi karbon stabil. Namun, pada suhu 30 ° C (stres panas tingkat sedang), Symbiodinium rusak, dan karang secara selektif mencerna sel-sel yang rusak atau segera membuangnya tanpa pencernaan dengan eksositosis. Hal ini paling mungkin dilakukan untuk mencerminkan mekanisme adaptif di dalam menanggapi stres panas tingkat sedang untuk menghindari akumulasi sel-sel yang rusak.

Namun, di bawah kondisi stres panas yang tinggi, akumulasi sel yang rusak dapat melebihi tingkat pembuangan dari zooxanthellae yang telah dicerna. Zooxanthellae yang mengalami banyak kerusakan, dilepaskan oleh karang tanpa melalui pencernaan, sehingga mencegah akumulasinya. Tanggapan ini kemungkinan merupakan strategi adaptif untuk stres tingkat sedang agar menjamin kelangsungan hidup karang.

Namun, akumulasi Symbiodinium yang rusak dapat terjadi ketika respon tersebut tidak dapat mengatasi besarnya atau durasi dari stres lingkungan. Hal ini kemungkinan menjadi mekanisme yang mendasari pemutihan karang selama stres panas tingkat sedang yang berkepanjangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here