Bhataramedia.com – Protein yang disebut GRP78 dapat digunakan menjadi target terapi universal untuk mengobati penyakit pada manusia seperti kanker otak, Ebola, influenza, Hepatitis dan bakteri “superbug” seperti MRSA dan MRSE. Hal ini berdasarkan studi praklinis yang dipimpin Virginia Commonwealth University dan diterbitkan bulan ini di Journal of Cellular Physiology..

Dengan menggunakan kombinasi obat OSU-03012 (AR-12) dan Phosphodiesterase 5 Inhibitors (Viagra, Cialis) untuk menargetkan GRP78 dan protein-protein terkait, para peneliti mencegah replikasi dari berbagai virus-virus utama di dalam sel yang terinfeksi, membuat bakteri resisten antibiotik rentan terhadap antibiotik yang umum dan menemukan bukti bahwa sel punca kanker otak terbunuh. Data diperoleh di dalam beberapa jenis sel punca kanker otak, menggunakan virus Influenza, Mumps, Measles, Rubella, RSV, CMV, Adenovirus, Coxsakie dan Chikungunya, Ebola, Hepatitis, E. coli, MRSA, MRSE dan N. gonorrhoeae.

“Pada dasarnya, kami punya konsep bahwa dengan menyerang GRP78 dan protein terkait: (a) akan menyakiti sel-sel kanker; (b) menghambat kemampuan virus untuk menginfeksi dan berkembang biak, dan (c) mampu membunuh “superbug” bakteri resisten antibiotik,” kata peneliti utama studi tersebut, Paul Dent, Ph.D., Profesor di Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler di VCU School of Medicine dan Universal Chair for Signal Transduction.

GRP78 adalah bagian dari keluarga protein yang disebut chaperone. Tugas chaperone adalah untuk membantu mebentuk rantai asam amino menjadi protein dan kemudian menjaga protein-protein tersebut aktif di dalam bentuk 3D yang benar. Kombinasi obat OSU / Viagra menyerang GRP78 dan chaperone lainnya, sehingga membunuh sel-sel kanker. Setelah mempelajari efek kombinasi obat pada GRP78 di dalam sel kanker, Dent dan timnya mulai menargetkan GRP78 untuk penyakit menular seperti virus dan bakteri.

Protein chaperone sangat penting di dalam sel-sel kanker atau sel-sel yang terinfeksi virus karena sel-sel ini membuat protein ekstra bila dibandingkan sel-sel normal / yang tidak terinfeksi. Tim peneliti menemukan bahwa kombinasi obat OSU / Viagra mengurangi infektivitas melalui pengurnagan ekspresi reseptor virus pada permukaan sel target dan pencegahan replikasi virus di dalam sel yang terinfeksi. Kombinasi obat ini mampu mengurangi ekspresi reseptor untuk virus Ebola, Marburg, Hepatitis A, B dan C, serta virus demam Lassa. Di dalam sel-sel kanker kombinasi obat ini juga mengurangi ekspresi reseptor onkogen.

Pada bakteri, kombinasi obat mengurangi ekspresi protein yang setara GRP78 (protein yang disebut Dna K) dan menginduksi kematian sel pada E. coli, MRSE, MRSA dan N. gonorrhoeae yang resisten terhadap antibiotik.

“Temuan ini membuka jalan untuk dapat mengobati infeksi virus, infeksi yang pasti kebanyakan orang akan mengatakan tidak akan pernah dapat untuk diobati. Namun, kami membuktikan bahwa GRP78 adalah target yang dapat digunakan untuk menghentikan virus berkembang biak dan menyebar,” kata Dent, seperti dilansir Virginia Commonwealth University (29/12/2014).

“Sedangkan di dalam kasus bakteri, kita memiliki target antibiotik baru, Dna K, kami punya sesuatu yang dapat membantu untuk mengobati superbug,” lanjut dia.

Dent mengatakan bahwa langkah selanjutnya telah diambil dan mengarah kepada penemuan baru. “Kami mengetahui bahwa pada tikus, peenggunaan OSU / Viagra dapat membunuh sel-sel tumor, tetapi tidak membahayakan jaringan normal seperti hati dan jantung. Bahkan, kami baru saja menemukan bahwa kombinasi OSU / Viagra dapat mengurangi kadar protein yang disebut “pumps” di dalam otak tikus. Protein pumps bertanggung jawab untuk membuat sel-sel tumor resisten terhadap kemoterapi dan menghentikan kemoterapi kanker otak masuk ke dalam otak dan membunuh kanker.” Kata Dent.

Peneliti VCU sebelumnya telah menemukan kombinasi obat Viagra bermanfaat di dalam banyak cara. Pada tahun 2010, misalnya, Rakesh Kukreja, Ph.D., direktur ilmiah dari VCU Pauley Heart Center, bekerja sama dengan Dent, menemukan bahwa Viagra meningkatkan efektivitas pengobatan Doksorubisin terhadap kanker payudara, sekaligus melindungi jantung dari bahaya yang disebabkan oleh kemoterapi. Pada tahun 2013 dan 2014 Dr. Dent memperoleh data yang sama pada kemoterapi konvensioanl sel-sel kanker kandung kemih, serta sel-sel kanker pankreas dan pediatrik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Dent dan timnya, pada musim semi tahun 2015 akan dilakukan tahap uji klinis fase I di VCU Massey Cancer Center. Para peneliti akan menggabungkan obat kanker usus besar, regorafenib, dengan Viagra untuk semua pasien tumor padat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here