Bhataramedia.com – Salah satu studi ekologikal terlama telah mengungkapkan bahwa hutan amazon sedang mengalami perubahan akibat beberapa ancaman lingkungan. Hal tersebut menciptakan bahaya yang lebih besar bagi hutan hujan terbesar di dunia ini.

“Situasi tersebut dapat kita analogikan seperti petinju yang sedang dihujani pukulan bertubi-tubi,” kata pemimpin penulis penelitian ini, William Laurance dari James Cook University di Cairns, Australia.

Selama 35 tahun terakhir, tim peneliti Brasil dan internasional telah mempelajari bagaimana komunitas pohon dan tanaman merambat yang beragam merespon ketika hutan hujan Amazon terfragmentasi oleh peternakan sapi.

Hutan yang terfragmentasi berubah dengan cepat. “Banyak pohon telah hilang sehingga tanaman merambat berkembang biak dengan cepat,” kata Jose Luis Camargo dari Institut Nasional Brasil untuk Amazon Research, seperti dilansir dari Eurekalert (3/6/2014).

Akan tetapi kejutan terbesar adalah hutan terdekat yang tidak terganggu aktivitas deforestasi, ternyata juga ikut berubah. Pohon di sana tumbuh dan mati lebih cepat, tanaman merambat juga tumbuh lebih cepat.

“Perubahan ini kemungkinan didorong oleh peningkatan karbondioksida di atmosfer,” kata Thomas Lovejoy dari George Mason University di Virginia, Amerika Serikat, yang memprakarsai studi jangka panjang ini. “Tanaman menggunakan karbondioksida untuk fotosintesis dan ketika karbondioksida meningkat, hutan jelas menjadi lebih tidak stabil,” tambah dia.

Para peneliti mengatakan bahwa implikasi pentingnya adalah banyak hutan sedang dipengaruhi tidak hanya oleh perubahan penggunaan lahan seperti fragmentasi habitat, tetapi juga oleh perubahan skala global seperti kenaikan karbondioksida dan perubahan iklim. Di dalam beberapa kasus faktor-faktor pendorong yang berbeda memperkuat satu sama lain, sehingga meningkatkan dampaknya pada hutan.

“Akan menjadi sangat sulit untuk memprediksi perubahan ekosistem hutan jika ekosistem tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor-faktor yang berbeda,” kata Lovejoy.

Para peneliti menduga bahwa perubahan tersebut akan terus meningkat di masa depan.

“Manusia terus membuang miliaran ton gas rumah kaca ke atmosfer setiap tahunnya dan itu jelas mempengaruhi hutan-hutan yang ada di Bumi,” kata Laurance.

Referensi Jurnal :

William F. Laurance, Ana S. Andrade, Ainhoa Magrach, José Camargo, Mason Campbell, Philip M. Fearnside, Will Edwards, Jefferson J. Valsko, Thomas E. Lovejoy, Susan G. Laurance. APPARENT ENVIRONMENTAL SYNERGISM DRIVES THE DYNAMICS OF AMAZONIAN FOREST FRAGMENTS. Ecology, 2014; 140528195020002 DOI: 10.1890/14-0330.1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here