Bhataramedia.com – Menurut penelitian terbaru, ketidakpedulian selama puluhan tahun telah memungkinkan penyakit menular untuk menghancurkan kehidupan ribuan orang di negara berkembang.

Para peneliti mengatakan bahwa tiga penyakit, khususnya antraks, brucellosis dan tuberkulosis sapi, telah gagal menerima pengakuan resmi dan dana yang dibutuhkan untuk memerangi mereka secara efektif.

Ketiganya membawa pengaruh besar bagi kesehatan manusia dan hewan di negara berkembang, sehingga menyebabkan ancaman utama bagi pasokan makanan yang aman dan berlimpah.

Gangguan yang dikenal sebagai penyakit zoonosis tersebut tersebar di antara hewan dan manusia. Gangguan-gangguan tersebut pada umumnya terjadi di area miskin yang tersebar luas. Di area-area miskin tersebut orang-orang yang hidup di sana biasanya bergantung pada hewan untuk mata pencaharian mereka.

Para peneliti di University of Edinburgh telah mengkaji setiap hasil pertemuan yang dilakukan oleh WHO sejak dibentuk pada tahun 1948.

Temuan mereka mengungkapkan bahwa penyakit-penyakit tersebut telah diabaikan karena mereka kebanyakan muncul di negara-negara berkembang. Para ilmuwan mengatakan bahwa penyakit telah dieliminasi atau dikendalikan di negara-negara yang lebih maju dan telah tersedia kontrol yang sederhana dan efektif.

Infrastruktur kesehatan yang buruk di negara-negara yang terkena dampak dapat berarti bahwa ribuan penderita yang ada di sana tidak terdiagnosis dengan baik. Hal ini merupakan tantangan besar bagi para profesional kesehatan, pembuat kebijakan dan peneliti di dalam upaya mereka untuk memerangi penyakit-penyakit tersebut.

Para ilmuwan mengatakan bahwa adopsi pendekatan multidisiplin One Health yang melibatkan ahli dari berbagai disiplin ilmu, dapat meningkatkan kesehatan manusia dan hewan dan membantu untuk mengontrol penyakit-penyakit tersebut.

Studi ini didanai oleh European Commission dan dipublikasikan di jurnal PLoS Neglected Tropical Diseases.

“Sangat luar biasa bahwa di abad ke-21 kita gagal mengelola brucellosis dan penyakit zoonosis lainnya yang terabaikan, sehingga berdampak sangat parah pada masyarakat pedesaan di negara-negara berkembang. Ironisnya, di negara-negara maju alat untuk mengontrol penyakit-penyakit tersebut telah berkembang dengan baik,” jelas Profesor Sue Welburn, Direktur di University of Edinburgh’s Global Health Academy, seperti dilansir rilis berita University of Edinburgh (6/6/2104).

Referensi Jurnal :

Hayley E. Mableson, Anna Okello, Kim Picozzi, Susan Christina Welburn. Neglected Zoonotic Diseases—The Long and Winding Road to Advocacy. PLoS Neglected Tropical Diseases, 2014; 8 (6): e2800 DOI: 10.1371/journal.pntd.0002800.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here