Bhataramedia.com – Pria yang memakan daging merah olahan di dalam jumlah yang sedang kemungkinan memiliki peningkatan risiko kejadian dan kematian akibat gagal jantung. Hal ini berdasarkan suatu studi terbaru di jurnal Circulation: Heart Failure, American Heart Association.

Daging olahan diawetkan dengan cara pengasapan, pengasinan atau menambahkan pengawet. Beberapa contoh dari daging olahan adalah ham, daging asap dan sosis.

“Daging merah olahan biasanya mengandung sodium, nitrat, fosfat dan zat aditif makanan lainnya. Selain itu pengasapan dan pemanggangan daging juga menyebabkan adanya kandungan hidrokarbon aromatik polisiklik di dalam daging. Semua senyawa tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko gagal jantung,” kata Alicja Wolk, DMSc., penulis senior studi ini dan seorang profesor di Division of Nutritional Epidemiology at the Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia.

“Daging merah yang tidak diolah bebas dari senyawa aditif dan biasanya memiliki jumlah sodium yang lebih rendah,” tambah Wolk, seperti dilansir American Heart Association (12/6/2014).

Studi ini merupakan yang pertama kalinya menguji pengaruh dari olahan daging merah olahan dan daging yang belum diproses. Peserta yang terlibat di dalam penelitian ini berusia 45-79 tahun dan tidak memiliki riwayat gagal jantung, penyakit jantung iskemik dan kanker. Peserta diminta menyelesaikan kuisioner mengenai asupan makanan dan gaya hidup mereka. Para peneliti kemudian mengikuti mereka dari tahun 1988 hingga sampai pada tanggal terjadinya gagal jantung, kematian dan masa akhir studi pada tahun 2010.

Setelah hampir 12 tahun masa tindak lanjut, para peneliti menemukan bahwa :

  1. Gagal jantung didiagnosis pada 2.891 pria dan 266 meninggal karena gagal jantung.
  2. Pria yang mengkonsumsi daging merah olahan paling banyak (75 gram per hari atau lebih) memiliki risiko 28 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung dibandingkan dengan pria yang makan sedikit daging merah olahan (25 gram per hari atau kurang), setelah disesuaikan terhadap variabel gaya hidup yang berbeda.
  3. Pria yang makan daging merah olahan paling banyak memiliki peningkatan risiko kematian lebih dari 2 kali lipat akibat gagal jantung dibandingkan dengan laki-laki yang mengkonsumsi sedikit daging merah olahan
  4. Tiap 50 gram peningkatan asupan harian daging merah olahan, risiko gagal jantung meningkat sebesar 8 persen dan risiko kematian akibat gagal jantung meningkat sebesar 38 persen.
  5. Risiko gagal jantung atau kematian di antara orang-orang yang memakan daging merah yang tidak diolah tidak mengalami peningkatan.

Di awal penelitian, peserta menyelesaikan kuesioner yang terdiri dari 96 pertanyaan mengenai pola diet mereka. Pertanyaan yang berhubungan dengan daging olahan difokuskan pada konsumsi sosis, ham, salami dan puding darah selama setahun terakhir. Pertanyaan mengenai daging yang belum diproses mencakup konsumsi daging babi dan sapi, termasuk hamburger dan daging cincang.

Hasil dari studi mengenai konsumsi daging merah ini konsisten dengan temuan dari Physician’s Health Study, di mana pria yang makan jumlah daging merah paling banyak memiliki risiko 24 persen lebih tinggi mengalami kejadian gagal jantung dibandingkan dengan mereka yang makan sedikit daging merah.

“Untuk mengurangi risiko gagal jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya, kami menyarankan menghindari daging merah olahan di dalam diet anda dan membatasi jumlah daging merah yang belum diproses untuk satu atau dua porsi per minggu atau kurang,” kata Joanna Kaluza, Ph.D. , penulis utama studi ini dan asisten profesor di Department of Human Nutrition di Warsawa University of Life Sciences di Polandia. “Anda sebaiknya memakan makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, produk gandum, kacang-kacangan dan meningkatkan asupan ikan,” saran Kaluza.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka berharap untuk menemukan asosiasi yang sama di dalam penelitian yang dilakukan pada wanita.

“Hampir 6 juta orang Amerika mengalami gagal jantung dan sekitar 50 persen meninggal di dalam waktu lima tahun setelah diagnosis. Biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas karena gagal jantung diperkirakan mencapai $ 34 miliar setiap tahunnya,” kata para peneliti.

Referensi Jurnal :

Joanna Kaluza, Agneta Åkesson, and Alicja Wolk. Processed and Unprocessed Red Meat Consumption and Risk of Heart Failure: A Prospective Study of Men. Circ Heart Fail., June 12 2014 DOI: 10.1161/CIRCHEARTFAILURE.113.000921.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here