Bhataramedia.com – Sebelum dapat membuahi sel telur, sperma harus melekatkan diri dan melubangi lapisan telur luar yang dikenal sebagai zona pelusida. Meskipun telah dilakukan penelitian selama beberapa dekade, namun beberapa mekanisme biologis di balik proses ini masih belum jelas.

Seperti dilansir Newswise (11/6/2014), penelitian terbaru yang diterbitkan di The Journal of Cell Biology telah mengidentifikasi protein di zona pelusida yang membantu sperma mengaitkan diri dengan zona pelusida.

Zona pelusida melindungi sel telur dan embrio awal sebelum implantasi. Strukturnya tampak sederhana, pada manusia mengandung empat jenis glikoprotein, dan pada tikus hanya berisi tiga. Namun para peneliti belum mampu mengidentifikasi glikoprotein yang menjadi mitra sperma untuk berikatan dengan lapisan permukaan sel telur, meskipun kecurigaan mereka tertuju pada dua glikoprotein, yaitu ZP2 dan ZP3.

Untuk mengetahui mekanisme tersebut lebih lanjut, Jurrien Dean dan rekan penelitinya dari National Institute of Diabetes dan Kidney Diseases merekayasa tikus untuk menghasilkan berbagai kombinasi glikoprotein zona pelusida di manusia dan tikus. Sperma tikus tidak mengikat zona pelusida jika tidak memiliki ZP2, dan tikus betina yang tidak memiliki protein tersebut akan steril.

Para peneliti juga menemukan bahwa sperma tidak dapat mengaitkan diri ke telur jika ZP2 tidak memiliki “wilayah kunci” di struktur awal protein. Hasil ini bersesuaian dengan temuan sebelumnya bahwa pembuahan memicu pelepasan enzim yang mendegradasi ZP2 di wilayah ini, sehingga mencegah sperma lain untuk melekat pada zona pelusida.

Tim peneliti juga menguji proses pengikatan sel sperma manusia terhadap sel telur tikus. Sel telur tikus direkayasa untuk memiliki zona pelusida yang menyimpan glikoprotein manusia. Sperma manusia dapat melekat pada zona pelusida tikus jika zona ini memiliki ZP2 manusia, namun sel sperma manusia tidak dapat melekat ke zona pelusida tikus jika zona ini hanya memiliki ZP3 manusia. Hal ini menegaskan pentingnya ZP2 bagi ikatan antara sel telur dan sperma.

Referensi Jurnal :

Matteo A. Avella, Boris Baibakov, and Jurrien Dean. A single domain of the ZP2 zona pellucida protein mediates gamete recognition in mice and humans. The Journal of Cell Biology, June 2014 DOI: 10.1083/jcb.201404025.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here