Bhataramedia.com – Dairy (produk susu) dianggap sebagai bagian dari diet yang sehat dan pedoman diet telah merekomendasikan konsumsi harian 2-4 porsi produk berbasis susu seperti susu, yogurt, keju, krim dan mentega.

Sebelumnya telah diketahui bahwa produk susu mengandung kalsium dan mineral yang baik untuk tulang, namun penelitian baru menunjukkan bahwa konsumsi susu juga mungkin memiliki efek menguntungkan pada kesehatan metabolisme dan dapat mengurangi risiko penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes tipe 2.

Berawal dari keingintahuan terhadap hal tersebut, peneliti dari CHU de Québec Research Center and Laval University mempelajari kebiasaan konsumsi produk susu orang Perancis-Kanada yang sehat dan dipantau bagaimana konsumsi susu tersebut kemungkinan memiliki efek pada kesehatan metabolisme mereka secara keseluruhan.

Para peneliti telah menerbitkan temuan mereka pada jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan susu dan faktor risiko metabolik yang spesifik, termasuk status antropometri, glukosa plasma, profil lipid plasma, penanda inflamasi dan tekanan darah, pada populasi yang sehat.

Sebanyak 254 peserta dari wilayah metropolitan Kota Quebec direkrut. Sebanyak 233 peserta (105 laki-laki dan 128 perempuan) memenuhi semua kriteria kelayakan untuk studi ini, yang berarti subjek memiliki profil metabolik sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata individu mengkonsumsi 2,5 ± 1,4 porsi susu per hari. Namun, hampir 45% dari populasi pada penelitian ini tidak memenuhi rekomendasi Canada’s Food Guide dari minimal 2 porsi produk susu sehari. Temuan ini didukung oleh survei baru-baru ini di Kanada yang menyoroti konsumsi produk susu oleh orang Kanada.

Data menunjukkan bahwa asam trans-palmitoleat yang ditemukan dalam plasma darah dapat berpotensi digunakan sebagai biomarker untuk mengevaluasi konsumsi produk susu. Asam trans-palmitoleat, secara alami ada dalam susu, keju, yoghurt, mentega, dan lemak daging tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. Asam lemak ini baru-baru ini terbukti memiliki efek meningkatkan kesehatan. Pada penelitian ini, tingkat asam trans-palmitoleat terkait dengan tekanan darah lebih rendah pada pria dan wanita, dan untuk menurunkan berat badan pada pria.

Asupan produk susu telah dikaitkan dengan glukosa darah dan tekanan darah yang lebih rendah pada populasi yang diteliti, meskipun tidak ada hubungan kausal yang dapat dibuat karena adanya desain cross-sectional. Studi ini juga menunjukkan kurangnya efek kesehatan yang merugikan akibat adanya asupan produk susu yang tinggi.

Seperti dilansir Canadian Science Publishing (NRC Research Press) (16/9/2014), Dr. Iwona Rudkowska, seorang ilmuwan penelitian di Departemen Endokrinologi dan Nefrologi, di CHU de Québec Pusat Penelitian dan asisten profesor di Universitas Laval, mengatakan “Tambahan studi intervensi yang dirancang dengan baik diperlukan untuk memastikan dampak peningkatan konsumsi produk susu pada kesehatan metabolik populasi sehat dan populasi metabolik yang buruk. “

Referensi :

Marine S. Da Silva, Pierre Julien, Patrick Couture, Simone Lemieux, Marie-Claude Vohl, Iwona Rudkowska. Associations between dairy intake and metabolic risk parameters in a healthy French-Canadian population. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 2014; 1 DOI: 10.1139/apnm-2014-0154.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here