Bhataramedia.com – Prototipe filter berbasis nanoselulosa dengan kapasitas pemurnian tinggi terhadap kontaminan lingkungan berbahaya dari limbah industri, telah dikembangkan oleh para peneliti di Lulea University of Technology. Penelitian yang dilakukan bekerja sama dengan Imperial College di Inggris tersebut, telah mencapai terobosan pada prototipe yang dikembangkan dan akan diuji pada beberapa industri di Eropa.

“Filter berbasis bio nanoselulosa ini akan digunakan untuk pertama kalinya di dalam situasi kehidupan nyata. Filter ini akan diujikan di dalam proses industri dan pengolahan air limbah kota di Spanyol. Industri lain juga telah menunjukkan minat pada teknologi ini dan perwakilan dari industri pertambangan telah menghubungi saya dan saya bahkan telah menerima permintaan dari rantai ritel yang cukup besar di Inggris,” kata Associate Professor, Aji Mathew, Division of Materials Science di Lulea University.

Para peneliti telah menggabungkan residu murah dari industri selulosa, dengan nanoselulosa fungsional untuk mempersiapkan lembar adsorben dengan kapasitas filtrasi yang tinggi. Lembaran yang diuji di di dalam penelitian ini disebut cartridge. Lembaran-lembaran ini memiliki kapasitas tinggi dan dapat menyaring ion logam berat dari air industri, residu pewarna dari industri percetakan dan nitrat dari air kota. Tahun depan, lembar lebih besar dengan lapisan nanoselulosa dapat diproduksi dan dibentuk menjadi cartridge dengan kapasitas yang lebih besar.

“Setiap membran tersebut dapat disesuaikan untuk memiliki kemampuan removal yang berbeda tergantung pada jenis polutan, yaitu, tembaga, besi, perak, pewarna, nitrat dan sejenisnya,” kata Mathew, seperti dilansir Luleå University of Technology (23/12/2014).

Penelitian yang sebagian besar didanai oleh Uni Eropa tersebut, merupakan konsorsium lembaga penelitian, universitas, usaha kecil dan industri. Semuanya dikoordinasikan oleh Luleå University yang dipimpin oleh Aji Mathew. Dia berpikir bahwa langkah berikutnya adalah untuk mencari lebih banyak uang dari Uni Eropa untuk meningkatkan teknologi ini ke tingkat industri.

“Alfa Laval sangat tertarik di dalam hal ini. Pada awal tahun 2015 saya akan melakukan aplikasi kedua untuk EU framework program Horizon 2020 dengan tujuan untuk demonstrasi skala penuh teknologi ini,” katanya.

Selain Aji Mathews, mahasiswa pascasarjana Peng Liu dan Zoheb Karim juga sangat terlibat di dalam penelitian mengenai nanofilter tersebut.

“Saya akan memfokuskan pada bagaimana membran ini dapat menyaring logam berat dengan mengukur bahan yang berbeda, seperti nanokristal dan nanofiber, untuk menentukan kapasitasnya untuk menyerap. Sedangkan rekan saya akan memfokuskan pada bagaimana untuk menghasilkan membran,” kata Peng Liu, mahasiswa Ph.D., di Department of Materials Science and Engineering, Lulea University of Technology.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here