Bhataramedia.com – Hilangnya massa dan fungsi otot dapat terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini dikaitkan dengan banyak kondisi kronis seperti diabetes, kolesterol tinggi dan obesitas. Saat ini, para peneliti dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University telah berhasil mengidentifikasi mekanisme pembentukan otot yang dapat digunakan untuk mengatasi sarkopenia.

Temuan tersebut dipublikasikan secara online di FASEB Journal,

Ketika seseorang berlatih secara intens, tubuh merespon dengan membuat otot. Para peneliti merekrut 16 pria sehat yang menetap untuk melakukan latihan resistensi yang memicu pertumbuhan otot dan memeriksa sampel jaringan yang diambil sebelum latihan dan enam jam setelah latihan. Setengah dari pria yang terlibat di dalam penelitian berusia dua puluhan dan setengah lainnya berusia tujuh puluhan.

“Agar tubuh dapat membuat protein yang membentuk otot, gen tertentu harus diaktifkan,” kata pemimpin penulis studi ini, Donato A. Rivas, Ph.D., seorang ilmuwan di laboratorium gizi, fisiologi latihan dan Sarkopenia di USDA HNRCA, Tufts University. “Kami melihat orang-orang tua memiliki gen yang jauh lebih sedikit diaktifkan dibandingkan dengan orang yang lebih muda. Hal ini menunjukkan kepada kami bahwa otot pada orang yang lebih tua tidak merespon terhadap latihan,” tambah Rivas.

Rivas dan rekannya mengamati bahwa tingkat microRNA (molekul RNA kecil yang memiliki peran penting di dalam mengatur gen) lebih rendah pada jaringan otot dari orang-orang yang lebih tua, dibandingkan dengan pria yang lebih muda.

“Salah satu langkah untuk pembentukan otot tampaknya telah hilang pada pria yang lebih tua, sehingga mencegah otot mereka merespon terhadap latihan. Ada kemungkinan bahwa penekanan microRNA menciptakan rantai peristiwa yang menyebabkan orang tua kurang efisien untuk mengembangkan otot,” jelas Rivas, seperti dilansir Tufts University, Health Sciences Campus (17/6/2014).

Populasi orang yang lebih tua di Amerika Serikat diproyeksikan meningkat secara signifikan pada dekade mendatang. Pengobatan dan pencegahan sarkopenia yang lebih efektif dan membantu mengontrol biaya kesehatan yang dikeluarkan.

“Hilangnya otot terkait usia telah dikaitkan dengan segudang masalah kesehatan lainnya,” kata penulis senior, Roger A. Fielding, Ph.D., direktur di laboratorium gizi, fisiologi latihan dan Sarkopenia di USDA HNRCA, Tufts University.

“Massa otot terkait erat dengan metabolisme, hilangnya massa otot meningkatkan risiko pengembangan penyakit metabolik seperti diabetes 2 dan penyakit kardiovaskular. Kami juga mengetahui bahwa program aktivitas fisik sedang, seperti latihan resistensi, sangat dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang mempertahankan kemampuan mereka untuk berjalan setelah usia 70 tahun,” lanjut Fielding.

Selain latihan resistensi, para ilmuwan mengeksplorasi pendekatan yang berbeda untuk menjaga dan membangun massa otot pada orang yang lebih tua. “Beberapa penelitian menyarankan bahwa terapi gen, suplementasi gizi dan terapi penggantian hormon dapat membantu pembentukan otot,” kata Fielding, yang juga seorang profesor di Friedman School of Nutrition Science and Policy at Tufts University dan Tufts University School of Medicine. “Identifikasi kami mengenai mikroRNA yang terkait hilangnya masa otot kemungkinan dapat membantu memajukan pengobatan untuk meningkatkan pertumbuhan otot pada orang tua,” tambah Fielding.

Para peneliti menyarankan untuk melibatkan model klinis baik pria maupun wanita pada penelitian selanjutnya, terutama yang menderita sarkopenia.

Referensi Jurnal :

Rivas DA, Lessard SJ, Rice NP, Lustgarden MS, So K, Goodyear LJ, Parnell LD and Fielding RA. “Diminished skeletal muscle microRNA expression with aging is associated with attenuated muscle plasticity and inhibition of IGF-1 signaling.” The FASEB Journal. Published online ahead of print June 13, 2014.   In print: September 2014. doi: 10.1096/fj.14-254490.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here