Bhataramedia.com – Peneliti di Georgia State University sedang mempelajari pengobatan biologis baru untuk bakteri dan fungi patogen yang membunuh lebah madu dan kelelawar di dalam jumlah yang sangat banyak.

Dr. Christopher Cornelison, seorang peneliti postdoktoral, sedang menguji seberapa efektif spesies bakteri Rhodococcus rhodochrous di dalam memerangi patogen yang mempengaruhi lebah madu dan kelelawar.

Pada lebah madu, penyakit yang dikenal dengan nama Chalkbrood telah menurunkan setengah dari jumlah total koloni lebah madu di Amerika Serikat, suatu fenomena yang dikenal sebagai Colony Collapse Disorder. Sedangkan pada kelelawar, sejak tahun 2006, white-nose syndrome telah menewaskan sekitar 7 juta kelelawar di Amerika Utara.

Cornelison menumbuhkan Rhodococcus rhodochrous di dalam kondisi tertentu yang memungkinkan bakteri tersebut untuk menghambat pertumbuhan jamur yang bertanggung jawab untuk penyakit-penyakit tersebut. Pendekatan ini terbilang unik karena bakteri tidak perlu melakukan kontak fisik, tidak seperti kebanyakan probiotik yang digunakan. Metode ini juga tidak beracun, sehingga madu akan aman untuk di konsumsi manusia.

“Bakteri yang kami gunakan memproduksi bahan kimia mudah menguap yang tersebar melalui udara dan sangat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri patogen,” kata Cornelison, seperti dilansir Georgia State University (19/6/2014).

Lebah madu dan kelelawar memiliki peran penting di dalam ekosistem. Menurut United States Department of Agriculture, satu dari setiap tiga gigitan makanan di Amerika terkait dengan penyerbukan lebah madu. Banyak tanaman seperti almond dan kacang pohon lainnya, berry, buah-buahan dan sayuran bergantung pada penyerbukan yang dilakukan oleh lebah madu.

“Kelelawar memainkan peran penting di dalam pengendalian hama. Seekor kelelawar coklat akan memakan serangga setara dengan massa tubuhnya di dalam satu malam pada saat musim panas,” kata Cornelison.

“Jika spesies-spesies tersebut punah, kita akan kehilangan sesuatu yang memiliki nilai sangat berharga,” lanjut dia.

Cornelison telah mencapai hasil positif di dalam studi skala sel. Tidak ada efek negatif yang ditemukan di dalam uji toksisitas terhadap lebah madu setelah mengekspos lebah madu terhadap Rhodococcus rhodochrous, baik di udara atau di dalam madu.

Pada kelelawar, Cornelison menemukan bahwa Rhodococcus rhodochrous menghambat pertumbuhan jamur dan menghilangkan perkecambahan spora secara permanen. Bekerja sama dengan University of California-Davis, Cornelison menemukan bahwa bakteri tersebut mampu mencegah penyebaran jamur pada kulit kelelawar tanpa menyentuh kulit kelelawar.

Penelitian yang dilakukan oleh Cornelison ini didanai oleh US Forest Service dan Bat Conservation International.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here