Bhataramedia.com – Norovirus merupakan penyebab utama gastroenteritis akut (diare dan muntah) di semua kelompok umur. Norovirus juga bertanggung jawab terhadap hampir seperlima (18%) dari semua kasus gastroenteritis akut di seluruh dunia. Studi terbaru yang dipublikasikan di The Lancet Infectious Diseases, menyoroti pentingnya mengembangkan vaksin norovirus.

“Studi ini membuat perkiraan baru terhadap kasus gastroenteritis akut melalui analisis skala besar pada infeksi dan penyakit norovirus sampai saat ini. Data kami meliputi 48 negara dan melibatkan lebih dari 187.000 kasus gastroenteritis akut di seluruh dunia. Sebelumnya, telah ada proliferasi penelitian tentang norovirus global pada lima tahun terakhir, dan kami memanfaatkan data tersebut untuk penelitian ini, “kata Dr. Benjamin Lopman dari Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat, seperti dilansir EurekAlert! (27/6/2014).

“Norovirus menyebar dari orang ke orang dan melalui makanan atau air dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Virus ini sangat menular, dimana hanya perlu sedikitnya 18 partikel virus untuk menginfeksi orang yang sehat. Sementara itu, lebih dari satu miliar virus dapat ditemukan dalam satu gram feses orang yang terinfeksi virus ini sehingga sulit untuk mendeteksinya. Saat ini, tidak ada vaksin atau pengobatan untuk norovirus. ” Tambah Lopman.

Lopman dan rekan penelitiny menganalisis 175 laporan yang diterbitkan untuk mengumpulkan data tentang prevalensi norovirus pada individu penderita gastroenteritis akut antara tahun 1990 dan 2014. Mereka menemukan bahwa norovirus cenderung lebih sering menyebabkan terjadinya kasus gastroenteritis akut di masyarakat (24%) dan rawat jalan (20 %) daripada di kunjungan gawat darurat dan rawat inap (17%). Temuan ini mendukung gagasan bahwa norovirus merupakan penyebab yang lebih umum dari penyakit ringan. Namun, karena frekuensi sangat sering, maka norovirus dapat menyebabkan sejumlah besar penyakit berat.

Norovirus juga ditemukan dalam proporsi yang cukup besar dari kasus kasus gastroenteritis akut di negara berkembang (14-19%) dan negara maju (20%). “Hal ini menyoroti bahwa norovirus, seperti halnya bakteri patogen dan parasit, tidak dapat dikontrol hanya dengan perbaikan kondisi dan sanitasi air,” jelas Lopman.

Lopman menyimpulkan, “Temuan kami menunjukkan bahwa infeksi norovirus kontribusi besar terhadap beban global gastroenteritis akut karena norovirus dapat menyebabkan kasus berat dan ringan serta menginfeksi semua kelompok umur. Diare tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian anak-anak di negara berkembang di dunia. Kami harus banyak belajar tentang pengendalian norovirus sevara efektif. “

Dr. Ulrich Desselberger dan Profesor Ian Goodfellow dari University of Cambridge di Inggris mengatakan, “Tidak konsistennya usia stratifikasi di beberapa studi sebelumnya menyebabkan sulitnya melakukan analisis mendalam terhadap beban gastroenteritis akut pada orang tua berusia lebih dari 65 tahun. Kelompok ini biasanya lebih rentan terhadap komplikasi dan memiliki risiko yang lebih besar mengalami kematian akibat norovirus. Selain itu, banyak negara belum mempelajari prevalensi noroviruses secara cukup rinci untuk mendapatkan perkiraan beban yang akurat, terutama kurangnya data dari Afrika di mana efek gastroenteritis mungkin memiliki konsekuensi yang lebih parah. Perkiraan menunjukkan bahwa 200.000 kematian per tahun terjadi pada anak-anak muda usia kurang dari 5 tahun di negara berkembang. Oleh karena itu, penelitian lanjutan terkait pengendalian norovirus akan sangat penting untuk meningkatkan perkiraan kasus penyakit terkait norovirus. “

Referensi Jurnal :

Sharia M Ahmed, Aron J Hall, Anne E Robinson, Linda Verhoef, Prasanna Premkumar, Umesh D Parashar, Marion Koopmans, Benjamin A Lopman. Global prevalence of norovirus in cases of gastroenteritis: a systematic review and meta-analysis. The Lancet Infectious Diseases, 2014; DOI: 10.1016/S1473-3099(14)70767-4.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here