Bhataramedia.com – Perubahan kadar hormon selama masa transisi menuju menopause telah menyebabkan penurunan kualitas pembawa (carrier) kolesterol wanita. Hal ini menyebabkan wanita berisiko lebih besar untuk terkena penyakit jantung.

Temuan ini berdasarkan studi yang dilakukan para peneliti dari University of Pittsburgh Graduate School of Public Health.

Studi terbaru ini didukung oleh National Institutes of Health (NIH) dan dilakukan dengan menggunakan metode canggih untuk mengkarakterisasi pembawa (alat transportasi) kolesterol di dalam darah.

Studi ini diterbitkan di edisi Juli Journal of Lipid Research .

Hasil studi ini memberikan wawasan baru untuk penelitian lebih lanjut dalam mengevaluasi perubahan dinamis hormon seks terkait menopause terhadap kualitas pembawa kolesterol dari waktu ke waktu, serta peningkatan penekanan pada pentingnya diet sehat dan olahraga bagi wanita yang mengalami menopause.

“Tingginya tingkat HDL, atau yang kita kenal sebagai ‘kolesterol baik’, mungkin tidak selalu menjadi bermanfaat bagi tubuh, seperti yang telah kita pikir sebelumnya,” kata pemimpin penelitian, Samar R. El Khoudary, Ph.D., MPH, asisten profesor di Pitt Public Health’s Department of Epidemiology, seperti dilansir University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences (27/6/2014).

Dr. El Khoudary menjelaskan bahwa meskipun LDL (atau “kolesterol jahat”) berada pada tingkat normal, namun hal ini tidak berarti bahwa kadar kolesterol seseorang juga normal. Sebaliknya, kualitas pembawa kolesterol dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang risiko yang berhubungan dengan kadar kolesterol.

“Kami menemukan bahwa tingkat yang lebih rendah dari estradiol, yaitu salah satu perubahan hormonal utama yang menandai menopause, berhubungan dengan pembawa kolesterol berkualitas rendah. Rendahnya kualitas pembawa kolesterol dapat digunakan memprediksi risiko penyakit jantung,” katanya. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mungkin ada manfaat tambahan dalam menggunakan metode pengujian lanjutan untuk mengevaluasi perubahan kualitas pembawa kolesterol pada wanita di awal menopause sehingga dokter dapat merekomendasikan diet dan perubahan gaya hidup yang tepat.” Jelas Dr. El Khoudary.

Kolesterol ditransportasikan melalui aliran darah oleh partikel-partikel kecil yang disebut lipoprotein, atau pembawa kolesterol. Tes darah konvensional hanya menunjukkan jumlah kolesterol yang dibawa oleh lipoprotein, bukan karakteristik dari lipoprotein itu sendiri. Ada dua jenis utama dari lipoprotein, yaitu high-density lipoprotein (HDL), yang membantu menjaga kolesterol menempel dan menyumbat arteri, dan low density lipoprotein (LDL), sumber utama penumpukan kolesterol dan penyumbatan dalam arteri. Studi penelitian telah menunjukkan bahwa karakteristik partikel LDL dan HDL, termasuk jumlah dan ukuran partikel-partikel ini, secara signifikan dapat digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung.

Penelitian sebelumnya telah mengevaluasi hubungan antara hormon seks dan penyakit kardiovaskuler pada wanita yang mengalami masa menopause hanya dengan melihat kolesterol yang diukur melalui tes darah konvensional. Namun saat ini, Dr. El Khoudary dan rekan-rekannya menggunakan spektroskopi resonansi magnetik nuklir untuk mengukur ukuran, distribusi dan konsentrasi lipoprotein yang membawa kolesterol di dalam darah.

Tim peneliti Pitt Public Health menemukan bahwa jika tingkat estrogen turun, maka wanita akan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari partikel LDL dan HDL padat, kecil, dan berkualitas rendah, yang berhubungan dengan risiko lebih besar untuk terkena penyakit jantung. Tes darah konvensional sering tidak menangkap nuansa tersebut di dalam ukuran partikel.

Studi ini mengevaluasi 120 wanita dari Pittsburgh yang terdaftar pada Study of Women’s Health Across the Nation (SWAN). Para wanita ini rata-rata berusia 50 ½ tahun dan bukan pasien terapi penggantian hormon.

SWAN adalah studi yang berkelanjutan dari perubahan biologis, fisik, psikologis dan sosial pada lebih dari 3.000 wanita paruh baya yang direkrut di tujuh lokasi di seluruh AS. Tujuannya adalah untuk membantu para ilmuwan, penyedia layanan kesehatan dan wanita untuk belajar bagaimana masa pertengahan kehidupan dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup selama masa penuaan.

“Sebagai seorang wanita yang mengalami transisi menopause, banyak perubahan biologis yang terjadi dan dapat menempatkan dirinya pada risiko yang lebih besar dari berbagai kondisi, termasuk osteoporosis dan penyakit jantung,” kata Dr. El Khoudary. “Studi terbaru kami menggarisbawahi pentingnya memiliki dokter atau professional yang menyadari faktor-faktor risiko dan siap bekerja sama dengan pasien untuk membantunya mengurangi risiko ini dengan cara terbaik.” Tambahnya.

Dr. El Khoudary bekerja sama dengan para ilmuwan lain untuk mempelajari sampel yang lebih besar dari perempuan dari waktu ke waktu untuk secara definitif menghubungkan antara perubahan kadar hormon dan kualitas pembawa kolesterol dengan penyakit jantung.

Referensi Jurnal :

S. R. El Khoudary, M. M. Brooks, R. C. Thurston, K. A. Matthews. Lipoprotein subclasses and endogenous sex hormones in women at midlife. The Journal of Lipid Research, 2014; DOI: 10.1194/jlr.P049064.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here