Beranda Science Pertama Kali, Racun Saraf Tetrodotoksin Ditemukan Pada Cacing Pipih Yang Hidup Di...

Pertama Kali, Racun Saraf Tetrodotoksin Ditemukan Pada Cacing Pipih Yang Hidup Di Darat

2343
Tetrodotoksin (TTX).
Tetrodotoksin (TTX).

Bhataramedia.com – Menurut suatu penelitian yang diterbitkan tanggal 25 Juni di jurnal PLOS ONE, racun saraf yang bernama tetrodotoksin (TTX) untuk pertama kalinya telah ditemukan pada spesies yang hidup di luar air. Penelitian ini dilakukan oleh Amber Stokes Bahasa Dari California State University, Bakersfield, California dan rekannya.

Tetrodotoksin adalah neurotoksin (racun saraf) yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Racun ini banyak ditemukan di berbagai organisme yang hidup di air dan sampai sekarang belum pernah ditemukan pada invertebrata terestrial. Tetrodotoksin diduga berasal dari bakteri laut dan terakumulasi di dalam organisme tertentu melalui konsumsi makanan, ikan buntal misalnya. Namun, asal-usul dan fungsi ekologis dari tetrodotoksin di sebagian besar taksa masih tetap misterius. Para penulis studi ini menemukan bahwa dua spesies invasif cacing pipih terestrial (Bipalium adventitium danĀ Bipalium kewense) kemungkinan menggunakan racun seperti tetrodotoksin untuk menundukkan mangsanya yang besar. Para peneliti telah menganalisis kandungan tetrodotoksin di dalam dua spesies cacing pipih terestrial tersebut dan menyelidiki distribusinya di seluruh tubuh.

Para peneliti menggunakan teknik karakterisasi analisis untuk menegaskan adanya tetrodotoksin di dalam cacing pipih dan penggunaan tetrodotoksin selama predasi untuk menaklukkan mangsa besar. Selain itu, mereka menemukan tetrodotoksin di dalam kapsul telur dari salah satu cacing pipih, kemungkinan hal ini menunjukkan peranan tambahan dari tetrodotoksin di dalam pertahanan.

Menurut peneliti, penelitian ini untuk pertama kalinya menunjukkan rute potensial untuk bioakumulasi tetrodotoksin di dalam sistem terestrial.

“Studi ini penting karena merupakan yang pertama kalinya menunjukkan tetrodotoksin di dalam invertebrata terestrial, sehingga akan memungkinkan studi lebih lanjut mengenai produksi atau akumulasi tetrodotoxin di dalam sistem terestrial,” tambah Amber Stokes, seperti dilansir PLOS (25/6/2014).

Referensi Jurnal :

Amber N. Stokes, Peter K. Ducey, Lorin Neuman-Lee, Charles T. Hanifin, Susannah S. French, Michael E. Pfrender, Edmund D. Brodie, Edmund D. Brodie Jr. Confirmation and Distribution of Tetrodotoxin for the First Time in Terrestrial Invertebrates: Two Terrestrial Flatworm Species (Bipalium adventitium and Bipalium kewense). PLoS ONE, 2014; 9 (6): e100718 DOI: 10.1371/journal.pone.0100718.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here