Bhataramedia.com – Studi dari QUT menunjukkan bahwa aktivitas intensitas sedang hingga tinggi sangat penting untuk mengurangi risiko kematian pada wanita yang lebih tua.

Profesor Debra Anderson dari Institut Kesehatan dan Inovasi Biomedis QUT, mengatakan bahwa selain pengobatan konvensional untuk kesehatan fisik dan mental, profesional kesehatan harus meresepkan program latihan yang disesuaikan untuk wanita yang lebih tua.

Studi ini diterbitkan di jurnal internasional Maturitas.

Profesor Anderson dan rekannya, Dr. Charlotte Seib, bersama-sama melakukan penelitian selama lima tahun untuk mencari pengaruh latihan fisik terhadap kesehatan mental dan fisik pada wanita berusia lebih dari 50 tahun.

“Studi ini dengan jelas menunjukkan latihan fisik intensitas sedang hingga tinggi dapat memiliki manfaat terhadap kesehatan mental dan fisik, terutama ketika bagian dari kesehatan positif yang lebih luas berubah,” kata Profesor Anderson.

“Dulu, kita berpikir bahwa 30 menit olahraga ringan sehari sudah cukup untuk meningkatkan kesehatan. Namun, penelitian ini sekarang menunjukkan bahwa wanita yang lebih tua seharusnya melakukan olahraga intensitas sedang hingga tinggi setidaknya selama 30-45 menit lima kali di dalam seminggu. Perlu diingat bahwa aktivitas fisik harus disesuaikan untuk memastikan bahwa aktivitas fisik tersebut sudah cukup tinggi, sehingga mereka mendapatkan efek positif dari latihan yang berkelanjutan,” lanjut Profesor Anderson.

Studi ini telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik intensitas tinggi sebagai bagian dari gaya hidup, secara signifikan dapat mengurangi risiko kematian.

“Orang dewasa yang melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dilaporkan mengalami penurunan kondisi kecacatan dan fungsi fisik yang lebih baik, terlepas dari massa tubuh mereka,” katanya.

“Para wanita yang paling aktif secara fisik lebih mungkin untuk bertahan hidup daripada wanita yang kurang aktif secara fisik. Negara kami memiliki populasi yang menua, sehingga mempromosikan proses penuaan yang sehat telah menjadi strategi penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas,” lanjut dia.

Profesor Anderson mengatakan bahwa penelitian ini juga menghubungkan antara latihan fisik dengan peningkatan kesejahteraan mental.

“Apa yang kami katakan adalah bahwa latihan intensitas tinggi tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anda, tetapi juga kesehatan otak anda,” katanya.

Profesor Anderson mengatakan bahwa wanita yang lebih tua mampu untuk melakukan berbagai kegiatan fisik selain berjalan kaki.

“Studi kami menunjukkan bahwa wanita usia baya hingga yang lebih tua masih mampu untuk melakukan jogging, berjalan, hiking, berenang dan menunggang kuda,” katanya.

“Dokter harus mengembangkan program latihan yang berbasis rumah dan mudah untuk memasukkan olahraga sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari,” pungkas Anderson, seperti dilansir Queensland University of Technology (10/7/2014).

Referensi Jurnal :

Debra Anderson, Charlotte Seib, Laura Rasmussen. Can physical activity prevent physical and cognitive decline in postmenopausal women? Maturitas, 2014; DOI: 10.1016/j.maturitas.2014.06.010.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here