Bhataramedia.com – Studi yang dilakukan URMC (University of Rochester Medical Center) memberikan harapan penyembuhan bagi penderita dermatitis atopik. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan pada 9 Juli di New England Journal of Medicine, sebuah investigasi medis menjanjikan pengobatan gangguan kulit yang umum terjadi yaitu eksim atau dermatitis atopik. Menurut penulis hasil studi tersebut, Lisa A. Beck, MD, profesor Dermatologi dan Kedokteran di University of Rochester Medical Center, penemuan ini dapat memberikan bantuan yang cukup signifikan bagi penderita gatal-gatal dan kerusakan kulit lainnya terkait dermatitis atopik.

Obat dupilumab mampu memblok aksi 2 protein yang terlibat dalam peradangan yaitu interleukin-4 dan interleukin-13 yang memainkan peran kunci dalam dermatitis atopik (DA). DA adalah penyakit kulit yang umum dengan tanda-tanda mengganggu yang mencakup kulit sangat kering, lesi merah yang kemungkinan merupakan kerak atau cairan, penebalan kulit, gejala rasa gatal yang dapat menyebabkan luka pada kulit, infeksi serta gangguan tidur.

Penyakit DA dalam tingkat sedang-berat lebih kronis daripada penyakit yang biasanya. DA dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan yang aktif. Selain itu, orang dengan DA lebih rentan terserang asma dan gangguan alergik lainnya seperti demam. Perawatan terkini untuk DA meliputi steroid topikal dan oral serta fototerapi, tetapi perawatan tersebut kurang efektif dan menimbulkan efek samping yang cukup signifikan jika penggunaannya berlebihan. “Kami terdorong oleh temuan yang konsisten di seluruh studi ini, yang menunjukkan bahwa pasien yang diobati dengan dupilumab memiliki peningkatan yang nyata dalam aktivitas penyakit dan gatal,” kata Beck. “Pada titik ini, dupilumab tampaknya sangat efektif untuk orang dewasa dengan DA parah, meskipun penelitian yang lebih komprehensif diperlukan untuk mengkonfirmasi keamanan dan efektivitas obat tersebut.” Tambahnya, seperti dilansir University of Rochester Medical Center (9/7/2014).

Dupilumab diberikan dalam bentuk injeksi dan telah menjanjikan dalam studi tahap I dan tahap II. Peserta dalam studi tahap II selama 12 minggu menunjukkan penurunan Eczema Area Severity Index (ukuran tingkat keparahan kondisi pasien) sebanyak 74 persen dibandingkan dengan hanya 23 persen pada kelompok plasebo. Sebagian besar pasien pada kelompok yang mendapat dupilumab mengalami pengurangan gatal yang signifikan.

Temuan penelitian ini menentukan skema untuk Tahap III uji klinis dupilumab, yang bertujuan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya, memonitor efek samping, dan membandingkannya dengan perawatan pada umumnya. Dupilumab adalah antibodi monoklonal yang diteliti dan dikembangkan oleh Regeneron Pharmaceuticals, Inc, dan Sanofi.

Referensi Jurnal :

Lisa A. Beck, Diamant Thaçi, Jennifer D. Hamilton, Neil M. Graham, Thomas Bieber, Ross Rocklin, Jeffrey E. Ming, Haobo Ren, Richard Kao, Eric Simpson, Marius Ardeleanu, Steven P. Weinstein, Gianluca Pirozzi, Emma Guttman-Yassky, Mayte Suárez-Fariñas, Melissa D. Hager, Neil Stahl, George D. Yancopoulos, Allen R. Radin. Dupilumab Treatment in Adults with Moderate-to-Severe Atopic Dermatitis. New England Journal of Medicine, 2014; 371 (2): 130 DOI: 10.1056/NEJMoa1314768.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here