Bhataramedia.com – Kulit elektronik mengaburkan batas antara biologi dan elektronik. Penemuan yang telah diperkenalkan pada tahun 2011 ini berisi sirkuit sangat tipis, sensor serta komponen elektronik lainnya yang menempel pada kulit dengan semua fleksibilitas dan kelenturannya layaknya sebuah tato temporer. Dalam beberapa bulan terakhir para ilmuwan telah menunjukkan berbagai aplikasi praktis untuk perangkat serta merancang rencana untuk revolusi dalam monitoring kesehatan. Seperti dilansir Scientific American (17/6/2014), berikut beberapa aplikasi “kulit elektronik”:

Otak

Ketika ditempatkan pada dahi, alat ini dapat membaca aktivitas listrik pada otak dan menyediakan data elektroensefalografik sama seperti perangkat kabel konvensional sementara yang jauh lebih nyaman dan sedikit membatasi gerak, hal ini merupakan suatu terobosan untuk perawatan neonatal secara intensif.

Luka

Dengan mengukur perubahan suhu di dekat luka bedah, ia bisa melihat tanda-tanda awal peradangan dan infeksi. Hal ini juga dapat mengetahui tingkat kesembuhan luka dengan mengukur tingkat hidrasi (pemulihan yang tepat membutuhkan kelembaban).

Gerakan

Ketika diintegrasikan dengan accelerometer, alat ini dapat mengumpulkan data gerak tubuh sepanjang hari. Informasi ini sangat penting untuk memahami bagaimana pasien dengan penyakit Parkinson, misalnya, merespon pengobatan baru.

Kebutuhan obat

Dengan memori, sensor fisiologis dan obat resep, alat ini dapat menyimpan informasi diagnostik dan kemudian memberikan dosis obat yang benar ketika pasien membutuhkannya.

Hati

Diterapkan dalam operasi, membran kulit elektronik yang besar dapat membungkus hati untuk sepenuhnya mengawasi aktivitas jantung atau mungkin berfungsi sebagai alat pacu jantung energi rendah atau defibrillator cardioverter implan (perangkat yang membantu untuk mengontrol denyut jantung yang tidak teratur) di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here