Bhataramedia.com – Studi baru mengungkapkan bahwa kebun atau taman yang terdapat di rumah perawatan dapat memberikan manfaat terapi yang menjanjikan bagi pasien yang menderita demensia.

Penelitian ini dipublikasikan di Journal of the American Medical Directors Association

Penelitian yang meninjau temuan dari 17 bagian penelitian yang berbeda ini telah menemukan bahwa ruang outdoor dapat menawarkan lingkungan yang mempromosikan relaksasi, mendorong aktivitas dan mengurangi agitasi pasien penghuni rumah perawatan.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Exeter Medical School dan didukung oleh National Institute for Health Research Collaboration for Applied Health Research and Care South West Peninsula (NIHR PenCLAHRC). Tinjauan sistematis dari penelitian ini juga menemukan bahwa taman atau kebun dapat menawarkan ruang untuk berinteraksi dengan pengunjung, sehingga membantu untuk merangsang kenangan pasien demensia dan menyediakan peluang bagi kesejahteraan keluarga dan staf.

Demensia adalah prioritas kesehatan masyarakat global. Laporan menunjukkan bahwa 7,7 juta kasus demensia baru diidentifikasi setiap tahunnya. Hampir setengah dari orang tua yang tinggal di rumah perawatan memiliki gejala demensia atau demensia, angka tersebut meningkat menjadi lebih dari tiga perempat di panti jompo.

“Ada peningkatan minat di dalam mengurangi gejala-gejala demensia tanpa menggunakan obat-obatan. Kami berpikir bahwa taman dapat menguntungkan penderita demensia dengan menyediakan stimulasi sensorik dan lingkungan yang memicu kenangan. Taman tidak hanya memberikan kesempatan untuk bersantai di dalam kondisi yang menenangkan, tetapi juga untuk mengingat keterampilan dan kebiasaan yang telah membawa kebahagiaan di masa lalu,” kata Rebecca Whear penulis utama studi ini, seperti dilansir University of Exeter (15/7/2014).

Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya menyatukan temuan dari berbagai studi dan juga menyoroti beberapa faktor yang harus diatasi jika taman akan berguna di dalam perawatan pasien demensia di masa depan. Hal tersebut termasuk pemahaman mengenai kemungkinan bahaya dari taman terhadap pasien dan memastikan para staf mempunyai waktu untuk membiarkan warga menikmati ruang di luar secara maksimal.

Meskipun temuan ini bersifat positif, penulis penelitian tersebut ingin menunjukkan bahwa daerah penelitian ini masih kurang dipahami oleh para pembuat kebijakan.

“Masih banyak yang belum kita ketahui mengenai bagaimana desain dan pengaturan taman mempengaruhi kemampuannya untuk mempengaruhi kesejahteraan, namun jelas bahwa ruang ini diperlukan untuk menawarkan berbagai cara untuk berinteraksi, sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap pasien. Kami ingin mengejar jawaban mengenai hal ini untuk memastikan bahwa pengalaman perawatan dapat dimaksimalkan bagi penderita demensia, wali mereka dan keluarga,” kata Dr. Ruth Garside, salah satu penulis di dalam penelitian ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here