Bhataramedia.com – Apakah kanker merupakan konsekuensi yang tidak terelakkan dari penuaan?

Meskipun pemikiran secara luas menyatakan bahwa kanker adalah konsekuensi tak terelakkan dari penuaan, risiko mengembangkan beberapa jenis kanker menurun sesuai dengan usia.

Para peneliti telah lama bingung dengan penurunan risiko mengembangkan kanker tertentu seiring dengan bertambahnya usia.

Solusi untuk teka-teki tersebut disajikan di dalam makalah yang baru-baru ini diterbitkan di Biophysical Reviews and Letters oleh Profesor James P. Brody dari Department of Biomedical Engineering di University of California, Irvine.

“Sebagian besar kanker memiliki karakteristik usia di mana kanker terjadi. Misalnya, kanker testis kebanyakan terjadi pada usia 25-40 tahun dan sarkoma tulang pada masa remaja. Beberapa kanker yang umum terjadi tampaknya memiliki karakteristik usia yang lebih besar daripada rentang kehidupan secara umum. Namun, saya percaya bahwa kita hanya tidak melihat penurunan kejadian untuk beberapa bentuk umum kanker karena orang tidak hidup cukup lama untuk melihatnya,” kata Brody, seperti dilansir World Scientific (14/7/2014).

Satu penjelasan yang mungkin adalah banyak kanker berasal sejak awal kehidupan, kemungkinan sebelum kelahiran. Hal ini disebut asal perkembangan hipotesis penyakit. Jika benar, hal ini menunjukkan bahwa tes baru dapat dikembangkan untuk menentukan apakah seseorang mungkin mengembangkan bentuk tertentu dari kanker, beberapa dekade sebelum mereka benar-benar mengembangkannya.

Akhirnya, tes baru tersebut akan menyediakan diagnosis dini dan mencegah berbagai bentuk kanker untuk berkembang ke tahap yang mengancam kehidupan.

Penelitian di bidang kanker pada umumnya memiliki tiga titik fokus :

  1. Bagaimana kita dapat mendiagnosa tumor sedini mungkin
  2. Bagaimana kita dapat mengobati pasien kanker untuk memperpanjang dan meningkatkan kehidupan mereka,
  3. Bagaimana tumor berasal.

Karya ilmiah ini memberikan wawasan mengenai bagaimana kanker berasal dan pada akhirnya dapat menyebabkan pemahaman mengenai bagaimana cara untuk mengurangi jumlah pasien kanker.

Referensi Jurnal :

Arlyne B. Simon, John P. Frampton, Nien-Tsu Huang, Katsuo Kurabayashi, Sophie Paczesny, Shuichi Takayama. Aqueous two-phase systems enable multiplexing of homogeneous immunoassays. TECHNOLOGY, 2014; 02 (02): 176 DOI: 10.1142/S2339547814500150.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here