Bhataramedia.com – Peneliti dari Rumah Sakit Rhode Island telah menyelesaikan penelitian yang menemukan bahwa penggunaan rutin suplemen minyak ikan dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dari penurunan kognitif dan atrofi otak pada orang dewasa yang lebih tua. Studi ini meneliti hubungan antara penggunaan suplemen minyak ikan selama Alzheimer Disease Neuroimaging Initiative (ADNI) dan indikator penurunan kognitif. Temuan ini diterbitkan online di jurnal Alzheimer & Dementia.

“Setidaknya satu orang didiagnosa menderita penyakit Alzheimer (AD) setiap menitnya. Meskipun telah dilakukan upaya terbaik, kami belum menemukan obat untuk penyakit tersebut,” kata peneliti utama, Lori Daiello, PharmD, dari Alzheimer’s Disease and Memory Disorders Center di Rumah Sakit Rhode Island. “Saat ini, bidang ini melibatkan berbagai penelitian untuk menemukan pengobatan yang lebih baik bagi orang yang menderita Alzheimer. Namun, penelitian mengenai cara-cara untuk mencegah Alzheimer di dalam proses penuaan normal merupakan hal penting,” tambah Daiello.

Di dalam penelitian ini, orang dewasa yang terlibat di dalam studi ADNI dinilai dengan tes neuropsikologi dan magnetic resonance imaging (MRI) otak setiap enam bulan. Kelompok tersebut termasuk 229 orang dewasa yang secara kognitif normal; 397 yang didiagnosis dengan gangguan kognitif ringan; dan 193 dengan Alzheimer.

Studi ini menemukan bahwa penggunaan suplemen minyak ikan selama penelitian dikaitkan dengan tingkat penurunan kognitif yang secara signifikan lebih rendah. Tingkat kognitif tersebut diukur dengan Alzheimer’s Disease Assessment Scale (ADAS-cog) dan Mini Mental State Exam (MMSE). Namun, manfaat dari suplemen minyak ikan tersebut hanya diamati untuk kelompok peserta tanpa demensia pada saat pendaftaran.

“Selain itu, pencitraan otak yang dilakukan selama penelitian ini menunjukkan bahwa peserta dengan kognisi normal yang mengkonsumsi suplemen minyak ikan mengalami pengurangan penyusutan otak di daerah neurologis utama, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi suplemen,” kata Daiello, seperti dilansir Lifespan (15/7/2014).

“Selain itu, temuan positif pada tes kognitif dan MRI otak hanya diamati pada orang-orang yang tidak membawa faktor risiko genetik untuk Alzheimer, apoE-4. Penelitian lebih lanjut diperlukan, namun temuan ini menjanjikan dan mampu menyoroti kebutuhan penelitian yang akan datang untuk memperluas pengetahuan mengenai manfaat penggunaan suplemen minyak ikan terhadap penuaan kognitif dan Alzheimer,” lanjut dia.

Diperkirakan bahwa lebih dari 5 juta orang di Amerika Serikat memiliki penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dan merupakan penyebab utama kematian keenam di Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here